Seni pada mulanya adalah proses dari manusia, dan oleh karena itu merupakan sinonim dari ilmu. Dewasa ini, seni bisa dilihat dalam intisari ekspresi dari kreatifitas manusia. Seni sangat sulit untuk dijelaskan dan juga sulit dinilai, bahwa masing-masing individu artis memilih sendiri peraturan dan parameter yang menuntunnya atau kerjanya, masih bisa dikatakan bahwa seni adalah proses dan produk dari memilih medium, dan suatu set peraturan untuk penggunaan medium itu, dan suatu set nilai-nilai yang menentukan apa yang pantas dikirimkan dengan ekspresi lewat medium itu, untuk menyampaikan baik kepercayaan, gagasan, sensasi, atau perasaan dengan cara seefektif mungkin untuk medium itu. Sekalipun demikian, banyak seniman mendapat pengaruh dari orang lain masa lalu, dan juga beberapa garis pedoman sudah muncul untuk mengungkap gagasan tertentu lewat simbolisme dan bentuk (seperti bakung yang bermaksud kematian dan mawar merah yang bermaksud cinta).
Desain biasa diterjemahkan sebagai seni terapan, arsitektur, dan berbagai pencapaian kreatif lainnya. Dalam sebuah kalimat, kata “desain” bisa digunakan baik sebagai kata benda maupun kata kerja. Sebagai kata kerja, “desain” memiliki arti “proses untuk membuat dan menciptakan obyek baru”. Sebagai kata benda, “desain” digunakan untuk menyebut hasil akhir dari sebuah proses kreatif, baik itu berwujud sebuah rencana, proposal, atau berbentuk obyek nyata.
Proses desain pada umumnya memperhitungkan aspek fungsi, estetik dan berbagai macam aspek lainnya, yang biasanya datanya didapatkan dari riset, pemikiran, brainstorming, maupun dari desain yang sudah ada sebelumnya. Akhir-akhir ini, proses (secara umum) juga dianggap sebagai produk dari desain, sehingga muncul istilah “perancangan proses”. Salah satu contoh dari perancangan proses adalah perancangan proses dalam industri kimia
Desain pada masa pramodern bentuknya terikat olleh konsep-konsep pertandaan yang bermuara pada spiritualitas. Desain pada masa ini memiliki cirri-ciri konsep form foloow meaning yaitu desain merupakan satu kesatuan dan menjadi bentuk expresi seniman. Karya desain tergantung pada penguasaan kaum agamawan yang menggunakan desain sebagai kepentingan religious. Seni pada masa pramodern memiliki fungsi untuk menyampaikan pesan-pesan ideologis atau spiritual. seniman adalah seorang yang bertugas untuk menggali makna- makna melalui peniriuan terhadap hakekat ketuhanan.
Pada zaman pra modern desain dapat dikajikan dalam beberapa aliran dengan style yag berbbeda seperti :
Victorian
1.Rouchon
2.Sir John Millais
Arts and Crafs
1.William Morris
2.Henry van de Velde
3.Aubrey Breadsley
Art Nouveau
1.Alphonse Mucha
2.Lautree
3.Eugene Grasset
4.Raymond Savignac
5.Jules Cheret
Art Deco
1.Cassandre
2.Paul Collin
3.Charles Loupot
Kitsch
1.Grant Wood
2.James Montgomery
3.Norman Rockwell
Latemodern
1.Paul Rand
2.Saul Bass
3.Lester Beall
Swiss
1.Grasset
2.Steinlen
3.Felix Vallotton
Psychedelia
1.Victor Moscoso
2.Wes Wilson
3.Rick Griffin
Desain pra modern menurut saya menjadi inspirasi munculnya desain-desain modern. Hal ini dibuktikan dengan adanya corak kesamaan antara desain pra modern dengan desain modern. Saya kira ini terjadi karena adanya transformasi dan evolusi dari desain lama menjadi desain yang baru yang tidak semuanya diubah. Namun, disini yang berpengaruh besar adalah inovasi, sehingga desain dunia yang modern berkembang karena adanya desain pra modern atau kuno sebagai inspirasi dan hal yang perlu dikembangkan.