MANISNYA CINTA TAK SEMANIS RUJAK MBAK ELLA

“ Broomm……brooomm”suara sepeda motor yang aku pA\aku berangkat kuliah. Kemudian dari dalam rumah,

”Vero…..nanti pulang kuliah tolong antar Mama belanja”kata mama sambil buka pintu kamarku.

”Tapi Ma nanti aku mau kerjain tugas dirumahnya Hendra”kata aku sambil agak merasa jengkel.

“Bentar saja lho….!”kata mami sambil sedikit merayu aku.

”Ya dah Ma…!”aku menyetujui dengan sedikit kesal.

” Ah…Mama tu ada-ada aja !”aku agak sedikit jengkel kepada mama.

Aku pun segera berangkat karena takut terlambat.

Dijalan aku bertemu dengan sahabatku yang sedang jalan sama seorang cewek, ketika aku meliatnya, Akupun langsung mendekati Deva sahabatku itu

,”Cieee…Siapa ne, pacar baru ya …?”kata ku sambil sedikit penasaran. Deva langsung tersenyum.

”Bukan sob , ini adik sepupu yang baru datang dari Singapura..Kenapa pengen kenalan ta…?”kata Deva sambil tersenyum pada ku.

“Yaiyalah, masak punya adik yang cantik kayak begini gak dikenalin sama aku…?”kata ku sambil melirik kegadis itu.

“ Ya dah kenalan sendiri sana , masak kenalan saja gak biasa..!”kata Deva pada ku.

Aku pun langsung maju mendekat tanpa ragu dengan menyodorkan tangan untuk bersalaman dan aku berkata,

”Halo, what your name ? I Vero…!”kata ku sambil tersenyum.

“Eh jangan sok British deh,, bahasanya masih blepotan gitu…! Bahasa Indonesia aja ah…!”katanya sambil ketawa agak ngeledek

Aku pun malu banget , serasa ingin bunuh diri aja, kemudian aku pun tersenyum kepadanya supaya terasa seperti cuma bercanda.

“Za dah kalau gitu, nama kamu siapa ..?”kata ku sambil sedikit malu.

“Aku Nabila….!” katanya sambil menyambut tangan ku untuk berjabatang.

“Namanya kayak artis ya ,,, tapi memang orangnya cantik kayak artis ….!” Kata ku.

“Emmm,,,hangat dan halus banget tangan kamu, bikin aku tambaaaaahhhhhh,,,,,,,,,gimana gitu , pokoknya sulit deh diungkapin dengan kata-kata …!”kata ku sambil sedikit menggombal kepadanya.

Aku pun mulai beraksi dengan mengeluarkan jurus-jurus gombal ku, tak aku kira ternyata dia merespon dengan baik. Bukanya GR atau sok kepedean tapi kayaknya dia juga punya feeling ma aku. Aku melihat jam tangan ku , eh ternyata aku sudah mau terlambat.

“Eh za aku berangkat kuliah dulu ya , udah telat ni,,,”kata ku kepada mereka.

“ Gaya lho, wong biasanya jarang masuk gitu lho….! Za udah berangkat sana …!” kata Deva sambil sedikit ketawa.

“Siap Pak.. Bye-bye Nabila….!”kata ku sambil tancap gas dan melambaikan tangan kepada Nabila.

Aku pun berangkat ke kampus dengan hati yang berbunga-bunga, sampai-sampai aku lupa kalau hari ini ada ujian fisika. Aku berlari kelantai atas karena ruangan kelas ku ada di atas, ketika aku sampai diatas aku langsung bergegas masuk kelas untung saja dosennya masih membagi soal ujian. Ujian pun dimulai,sebenarnya aku belum sempat belajar tapi aku berusaha mengerjakannya dengan baik. Ketika aku mengerjakan, eh tiba-tiba hp ku bunyi,telepon dari seseorang tapi nomor hp nya disembunyikan,pertama-tama sih aku biarin aja, tapi lama-lama bikin ngeselin aku aja, jadi aku minta ijin untuk keluar untuk angkat telepon itu .

“Sapa sih ni, ganggu orang lagi ujian aja …?”kataku dengan nada marah.

“Ni aku Nabila,,masih ingatkan ….?”katanya dengan nada yang lembut.

“Waduh aku nyesel banget deh karena udah bentak kamu….!”kataku dengan wajah yang merah dan malu.

“Aku gangu kamu za, maf deh kalau giitu…?”:katanya dan langsung menutup telepon tanpa salam .

Aku sangat menyesal karena sudah bentak dia saat di telepon. Aku langsung bergegas masuk kelas, hatiku saat itu sangat kesal sampai-sampai aku sulit untuk berkonsenterasi karena selalu terbayang wajah Nabila.waktu ujian pun selesai, aku langsung mengumpulkannya,walaupun begitu aku mengerjakan ujian dengan asal-asalan karena yang terpikir hanya wajah Nabila yang pasti kesal dengan aku. Aku pun menuju parkiran dan mengambil motor CBR 150cc yang aku parkir paling pojok. Tak buang-buang waktu aku langsung menuju rumah Deva. Sesampainya di rumah Deva aku turun dan mengucapkan salam berharap Nabila yang membukakan pintu untuk ku.

“Thok-thok…..Assalamuallaikum ..!”suaraku sambil mengucapkan salam.

Dari dalam rumah terdengar suara wanita membalas salam ku

,”Wallaikumsalamm”.

Tak beberapa lama pintu rumah Deva terbuka dan sesosok wanita yang sudah aku kenal membukakan pintu untuk ku, dia adalah tante Rara, mama Deva.

“Deva ada tante..?”Tanya ku kepadanya.

“Eh Vero….Deva sedang keluar tu , katanya sih agak lama”

“Kalau boleh tahu dia kemana ya tan…?”kata ku sambil sedikit penasaran.

“Emmmm…Mungkin kerumah pacarnya…Makanya kamu cari pacar dong supaya keluarnya bareng-bareng gak ditinggal kayak gini!”kata tante sambil tersenyum dan menyindir pada ku.

“Ah tante ini bisa aja”jawabku dengan wajah tersipu malu.

“Eh ya tante, Nabila itu tinggal dimana ya?”kata ku sambil sedikit penasaran

“Nabila? Nabila siapa ya?” jawabnya dengan wajah yang penasaran.

“Nabila, adik sepupunya deva yang baru datang dari singapura itu tan” ucapku menegaskan siapa yang aku cari.

“tapi deva kan ga punya sepupu, karena tante ma om kan anak tunggal”

“mmmmm , klaau begitu saya mau pulang dulu tan, tapi lalau deva sudah pulang, suruh kabarin saya ya tan” akupun pergi dengan berpamitan pada tante Rara

Dalam perjalanan pulang, hatiku sungguh penuh dengan pertanyaan pertanyaan yang masih membuatku penasaran terhadap Nabila. dia begitu misterius dan membuatku tambah terpikat olehnya.

Malam harinya aku tambah penasaran karena tidak ada kabar dari tante Rara tentang Deva, yang belum pulang dari pagi, seketika aku langsung berpikir untuk menelepon Deva, aku pun langsung mengambil hp ku yang aku taruh dimeja dekat ranjang.

“Tut-tut…”telepon ku tidak diangkatnya.

“Kemana sih tu anak” sambil melemparkan hp ke ranjangku.

Malam itu aku tak dapat tidur pulas karena selalu terbayang-bayang akan wajah nabila yang misterius itu.

Perutku lapar sekali karena dari kemari tidak makan, dan hanya memikirkan Nabila yang sangat misterius bagiku. Aku pun langsung menuju warung Mbk Ella didepan kampus ku, disana aku memesan rujak manis untuk menjernihkan pikiranku yang buram karena Nabila. Belum selesai makan perut ku langsung sakit, ya gimana tidak dari kemarin aku belum makan nasi malah makan rujak manis, aku pun langsung menuju kekamar mandi karena aku sudah jadi langganan Mbak Ella jadi kayak tempatku sendiri. Sebelum sampai kamar mandi aku melihat sesosok wanita yang telah membuat gundah hatiku yaitu Nabila, seketika pula rasa sakit perut, penat, dan penasaranku hilang karenanya. Namun lamunanku segera berakhir saat dia menyapaku.

“Vero” kata Nabila dengan menatap wajahku yang kosong

“Na..Nabila, ko ada disini?” tanyaku datar

“Ini kan warung ibuku, masak aku ga bleh disini?” jawabnya dengan menunjukkan wajah lugunya padaku.

“berarti mbak ella ibu kamu donk”

“he eh” dengan mengangguk pelan

“hebat ya, dia bisa sekolahkan kamu sampai singapura”

“hi hi ” tawanya kecil, “Singapura, Singaparna vero, bkannya singapura”

“Oooo,, Singaparna itu daerah Bali itu ta ?”ucapku sok tahu.

“Yeeee….Bukan ya , Singaparna itu daerah Jawa Barat,,,yeee sotoy banget…!”jawab Nabila sambil ketawa.

Dari situ lah aku mulai bercanda dan bercerita tentang banyak hal dengannya, dan kemudian malamnya aku ajak jalan. Malam itu aku pun menjemput Nabila dan ajak dia ke Cafe langganan ku, aku pun mengajak Nabila ke cafe yang romantis disekitar Jln Banten. Disana aku mulai beraksi dengan segala tipudaya dan rayuan gombalku,,,he…he.! Dan sepertinya dia mulai merespon aku, dan dia sepaertinya juga suka dengan aku.

Aku memberanikan diri untuk berkata padanya,”Kamu manis bamget sih, kamu uda punya pacar belum…?” kata ku dengan sedikit malu.

Dianya cuma tersenyum kecil dan tersipu malu, sebelum dia mulai menjawab aku pun langsung kembali berkata padanya

”Sebenarnya akuuuuuuu……Emmmm sayang banget sama kamu sejak pandangan pertama, kamu telah mencuri kepingan hatiku tapi walaupun begitu aku rela kamu menyimpanya selamannya untuk ku dihatimu….!” Kataku dengan wajah yang penuh dengan wibawa. Ku lihat senyum dibibirnya mulai memudar kemudian dia berkata sambil memegang tangan ku,

“Sebenarnya aku juga sayang kamu Ver”

Hati ku langsung berbunga-bunga mendengarnya, tapi dia tiba-tiba berkata

“Tapi aku sudah jadian dengan Deva sejak kemarin sesaat setelah kamu bertemu dengan ku “katanya sambil menggenggam erat tangan ku.

Seketika hancur, lebur, mumur, jadi bubur hatiku karena pengakuanya pada ku, seketika pandangan ku mulai kosong terhadapnya.

“Maaf dah bila aku sudah terlalu berharap padamu, tapi aku minta jangan pernah engkau menyakiti hati Deva karena dia adalah teman baikku sejak kecil” kataku dengan sangat putus asa karenanya. Kemudian aku mengantarkan dia pulang karena waktu sudah larut malam dengan perasaan yang hancur. Setiba dirumahnya aku pun disambut hangat oleh Mbak Ella.

“Eee udah pulang, ne mami buat rujak mau gak…?” kata Mbak Ella dengan sedikit tersenyum pada ku.

“Gak usah Mbak , tapi aku yakin rujak manis Mbak, lebih manis dari pada manisnya cinta. Sudah ya Mbak aku mau pulang dulu, sudah malam….!”kataku kemudian aku melangkah pulang tanpa menatap dan tersenyum sedikitpun kepada Nabila. Semenjak itu dia tidak mau lagi mengenang hal itu karena baru pertama kali itu dia merasakan cinta yang sebenarnya.

cerpen 2

FLASDISC CINTA Q

Teman Jadi Cinta
“Bruak” aku terjatuh dari tempat tidur yang juga membuaku terbangun dari mimpi indahku.
“Aduuuuuuh” sambil memegangi kepalaku yang barusan mencium lantai.
Sambil menunggu kesadaranku kembali aku duduk di ranjangku yang berantaka. Aku pun memandang keadaan yang amburadul, biasa kamar cowok! Ha ha . . . . . .
Tapi mataku terbelalak saatku memandang jam weker yang menunjukan pukul 06.35.
“Sialan,aku telat nih” sambil mempersiapkan diri untuk brangkat dengan terburu-terburu kuambil kemaja dan celana jeanku tanpa mandi pun aku berangkat denga motor bututku. Kupacu sepedaku dengan sekejang mungkin meskipun hanya sekencang kuda struk, maklumlah sepeda nenek moyang. Ha…………
Aku pun menuju ke warnet langgananku untuk mencari bahan untuk tugas makalahku.
“Pagi jack”, Kusapa jecki si penjaga warnet Sambil terus berlari sambil nyelonong mencari kkomputer yang kosong.
“Kok buru-buru amat kmu, Ndra?” sapa jeki padaku dengan wjah melongo menatapku yang sambil berlari didlam ruangan. Aku pun menemukan computer nomer 21 yang kosong, akupun tak berpikir panjang langsung duduk dan mengerjakan tugas makalah yang belum selesai. Flasdisc ku pun mulai aku tancapkan, dan segera mengerjakanya.
“Aaaaaaaah… ”suara desahan dari bilik sebelah kanan ku.
Akupun segera menoleh kekanan bawah untuk sedikit mencuri pandang.
“Wiiiiiiiiii…..” tak aku sangka kakinya putih mulus tak bernoda, rasa penasaranku pun langsung timbul tak terbendung bagai banjir bandang yang datang tiba-tiba. Namun rasa penasarannku itu pun langsung hilang seketika karena ingat tugas makalahku yang belum selesai dan akan dikumpulkan jam 8 nanti. Aku pun mencoba kembali berkonsentrasi pada tugas di hadapan mataku ini. Namun konsentrasi ini jadi buyar saat terdengar lagi olehku desahan yang sama dengan yang kudengar tadi. Duuuh…susah baget aku hilangin rasa penasaran yang ada dalam hatiku ini.
Aku pun cari cara agar bias melihat sosok di balik bilik kananku ini. Aku pun menemukan sebuah ide, dengan segera ku save tugas-tugasku dan ku save remove flasdisk dari kabel usb di dekat monitor. Aku pun menuju ke belakang meja untuk memasangkembali flasdisk ku pada port usb di belakang computer.
Sungguh ku terbelalak melihat sosok yang memnbuatku penasaran tersebut adalah wanita setengah pria atau bias dibilang banci….
“Sialan……. Bencong kurang ajar” gumamku melampiaskan kekecewaan dan kekesalan ku.
Aku pun kembali ke meja computer untuk nyelesaikan tugasku yang belum kelar meskipun dengan prasaan yang kesal dengan kebodohanku sendri yang tlah bodohnya yang telah memikirkan hal yang aneh pas aku ngerjakan tugas ini.
Tak lama pun tugasku kelar aku pun buru-buru kearah Jeki untuk mengeprin tugas ku ini.
“Haaaah” nafasku lega setelah tugas makalahku ini telah selse.
Akupun menuju kampus dengan hati lega. Akupun berlari ke kelas yang ada di lantai tiga.
“Huh capek banget rasanya” belum sampe di kelas aku lihat temen-temenku sedang rame-rame di depan kelas. Aku bertanya pada mereka “tumben coy kalian rame-rame disini kan udah waktunya masuk”
“Ngapain kamu masuk kan hari ini dosennya kosong karena orangnya seminar di bali jadi kulyahnya di pending”.
“Terus tugasnya bagaimana?”
“Ya dikumpulin minggu depan coy”
Sialan dah capek, ketemu bencong, buang-buang bensin, ga da dosennya lagi. Sungguh lengkap godaan hari ini. Untuk menghilangkan kekesalanku, aku ikut kumpul dengan teman-temanku di depan kelas sambil godain cewek-cewek yang lewat. Ga lama ada suara yang manggil namaku
“Indra”
“Iya” sambil menatap sosok yng berdiri di depanku “ada apa ya mbak”
“Dah lupa ma aq yo ndra?”tersenyum padaku dengan senyumnya yang manis.
Aku jadi penasaran dengan sosok perempuan manis di depanku ini.
Aku pun berdiri “mmmm… siapa ya? Aku lupa” dengan senyum lebarku.
“Aku ike, Indra” dengan senyum yang tak lepas dari bibirnya.
Dengan menampilkan wajah berfikir aku mulai memutar otak ontuk mengingat
“Ooow…. Ike tmen SD dulu ya?” dengan asal ku tebak
“Bukan,…. Masak lupa sih?” dengan dahi di kerutkan
“Atau tmen TK dulu ya? hehehe” candaku padanya
“Ini aku Anita Dwi Nurike, tmen kamu SMA. Masak lupa sih” dengan wajah manyun dan agak kesal.
“Bener kamu Ike? Tapi kog beda ya” dengan wajah kaget, karena sosok yang ku lihat sekarang jauh sangat berbeda dengan sosok yang ku kenal dulu. Dia yang dulunya cupu, kuper, rambut di kepang, dan agak norak hehehe. Sekarang jadi manis, gaul, rambut lurus kayak sapu lidi, dan dan fashionable banget.
“Iya indra, aku ike…… Napa aku tambah cantik ya” dengan tawa centilnya yang sangat menggoda iman.
“Iya kamu cantik, jadi pangling aku” dengan tersipu malu di depannya.

Kami pun melanjutkan percakapan itu panjang lebar, ngalor ngidul sampai tak terasa aku sudah dengannya selama 3 jam. Dan percakapan ini harus di akhiri karena dia harus masuk kelas. Tak lupa aku meminta nomor hp-nya yang baru.
Pertemuan dengan Ike tadi seakan membuat hariku yang awalnya penuh dengan kesialan ini menjadi seakan berubah menjadi indah. Dan penuh dengan kebahagiaan. Hehehe
Setelah pertemuan itu aku mulai rutim sms-an dengannya walau cuma buat basa-basi. Tak jarang dia curhat padaku akan segala keluh kesahnya, begitu pula sebaliknya. Aku juga sering Berangkat bersama dengannya. Tiap hari aku merasakan, aku nampaknya telah jatuh cinta dengan Ike. Mungkin ini ya yang disebut Teman Jadi cinta