KRISIS KEJUJURAN DALAM TUBUH PBB

KATA PENGANTAR

Segala Puja yukur kami haturkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang telah berikan rahmad dan hiayahnya sehingga kami kelompok “3” mampu menyelesaikan tugas makalah ini dengan waktu yang singkat dan tanpa halangan yang berarti.
Dalam laporan penelitia ini kami mengkaji suatu permsalahan mengenai “KRISIS KEJUJURAN DALAM TUBUH PBB” dan semoga laporan ini bermanfaaat bagi pembaca. Kami sudah berupaya sebisa mungkin untuk menampilkan yang terbaik dalam laporan ini, namun layaknya pepatah “tiada gading yang tak retak”, kami tahu bahwa masih banyak kekurangan dalam pembawaan laporan ini.
Untuk itu segala bentuk kritik dan saran yang tulus uhlas dari pembaca akan senantiasa kami harapkan demi kesempurnaan laporan ini.
Kepada para pembaca yang telah sudi membaca laporan ini kami mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya.
Penulis

AINUN FUAD

daftar isi

HALAMAN SAMPUL………………………………………………………………………..
KATA PENGANTAR…………………………………………………………………………
DAFTAR ISI………………………………………………………………………………………
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
1.2 Rumusan masalah
1.3 Tujuan penulisan
BAB II PEMBAHASAN MASALAH
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran
3.3 Referensi

BAB I
PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang

Saat ini merupakan era krisis kejujuran dan kepercayaan baik antar indifidu maupun organisasi tak luput juga organisasi multilateral seperti PBB Kejujuran masih sangat perlu dipertanyakan. Kejujuran dalam PBB mencakup bidang yang cukup luas dilihat dari semua segi yang ada, namun secara garis besar kejujuran dalam PBB adalah tidak mengada ada terhadap suatu hal yang berkaitan tentang hubungan internasional negara anggota PBB.
Kejujuran adalah suatu tindakan dimana tidak ada lagi yang ditutup tutupi dan dilakukan sebenar – benarnya sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya. Pada PBB kejujuran lebih cenderung pada penanganan hasil kerja mereka terhadap negara peserta PBB. Saat ini kejujuran itu masih tabu dan perlu dipertanyakan di kalangan PBB sendiri
Sekiranya PBB adalah badan Internaional yang memerlukan kejujuran baik secara internal maupun external, karena dengan kurangnya kepercayaan dalam PBB akan mudah terjadi perpecahan dan distorsi antar negara peserta PBB, yang apabila semakin parah bisa jadi peperangan antar negara PBB terjadi tanpa sebab dan alasan yang jelas.
Secara Internal seluruh negara peserta PBB harus saling percaya dan memahami keadaan yang terjadi intern mereka agar tercipta keadaan yang kondusif dan terhindar dari keruntuhan organisasi Internasional ini.

1.2Rumusan masalah

Dalam penyusunan makalah ini kami menuliskan rumusan masalah yang anda dapat lihat sebagai berikut :
1.Apakan kejujuran itu?
2.Apa yang dimaksud kejujuran dalam PBB ?
3.Seberapa pentingkah kejujuran dalam PBB
4.Apa dampak krisis kejujuran dalam PBB ?
5.Bagaimana cara Pengatasannya ?
6.Apa saja kendala dalam pelaksanaanya

1.3Tujuan penulisan

.Tujuan penulisan makalah ini adalah agar pembaca menjadi tahu dan sadar akan pentingnya kejujuran dalam kehidupan sehari hari baik kejujuran secara indifidu maupun dalam organisasi yang kita ikuti. kejujuran adalah modal besar dalam kehidupan untuk menjadi maju dengan kejujuran, ide kreatif dan kerja keras kehidupan yang sukses akan dapat kita raih dengan mudah.

BABII
PEMBAHASAN MASALAH

Kejujuran dalam arti sebenarnya memiliki arti suatu sikap yang menunjukkan sesuatu dengan sebenarnya tanpa ada unsur kebohongan, kejujuran dapat berupa ucapan dan juga perbuatan. Dalam ucapan jejujuran identik dengan berkata ataupun berucap sebenarnya tanpa ada kebohongan . Kejujuran dalam perbuatan artinya melakukan sesuatau dengan sebenarya dan apa adanya dengan selazimya.
Kejujuran dalam PBB tentunya sangat penting karena kejujuran merupakan pokok atau dasar suatu tindakan sehingga dapat dipertanggung jawabkan oleh pihak yang bersagkutan. Sehingga kejujuran dapat digunakan sebagai tolak ukur dari setiap kegiatan yang dilaksanakan PBB. Kedamaian dan keadilan akan lebih mudah terwujud apabila setiap anggota PBB mampu bersikap jujur dalam berinteraksi, Selain itu kejujueran merupakan kunci dari segala keadaan yang terjadi dalam tubhuh PBB sehinjgga reformasi penting dilaksanakan dalam tubuh PBB.
Ada dua alasan utama mengapa reformasi PBB merupakan sebuah keharusan.Pertama, PBB saat ini masih mewakili realitas politik pasca-Perang Dunia II.Organisasi ini masih memberi kewenangan lebih kepada negara-negara ‘pemenangperang’ dalam mekanisme pengambilan keputusan. Salah satunya adalah dalambentuk keanggotaan tetap dan hak veto di Dewan Keamanan. Dari kacamata teori hubungan internasional, konsep tersebut merupakanpenjabaran pandangan kelompok realis. Mereka berpendapat bahwa negara besar(great powers) merupakan salah satu instrumen dalam menjaga perdamaian dunia.Oleh karenanya mereka perlu diberi kewenangan dan tanggung jawab khusus.
Kenyataan yang terjadi kerap bertolak belakang. Great powers juga sering
memiliki agenda tersendiri yang tidak selamanya selaras dengan kewenangan dantanggung jawab yang diembannya. Akibatnya beberapa persoalan yang mengancamperdamaian dunia tidak dapat terselesaikan, justru karena adanya kepentingan negarabesar tersebut.
Kecenderungan ini meningkat pada empat tahun terakhir. Beberapa negaramelakukan kebijakan krusial dalam politik internasional secara unilateral. Kebijakandiambil tanpa persetujuan PBB dan tanpa mengindahkan norma-norma yang berlakudalam tata hubungan antar-negara. Akibatnya kewenangan dan tanggung jawabnegara besar dalam memelihara ketertiban dan perdamaian dunia kembalidipertanyakan.
Alasan kedua adalah kenyataan bahwa tata dunia dewasa ini berbeda denganperiode Perang Dingin. Pada periode tersebut, pertentangan ideologis antara blokkapitalis dan komunis dengan segala implikasinya menjadi fokus utama. BerakhirnyaPerang Dingin mengungkap kenyataan bahwa masalah-masalah yang selama inidinomorduakan ternyata jauh lebih gawat dari yang diperkirakan. Ada masalah yangberskala internasional seperti pemanasan global, terorisme, kejahatan lintas batas dandampak globalisasi. Tidak kalah penting juga masalah yang menjadi ciri khas negaraberkembang seperti kemiskinan, kelaparan, ketertinggalan pembangunan, dan wabah penyakit. Masalah-masalah tersebut bukan merupakan beban masing-masing negaratetapi masyarakat internasional secara keseluruhan.
Atas dasar itulah keinginan untuk melakukan reformasi di tubuh PBB selalumengemuka. Ada dua tujuan utama yang hendak dicapai. Pertama, terciptanya struktur PBB yang mewakili konstelasi politik dunia dewasa ini. Salah bentuk nyatanya adalah melalui perombakan struktur Dewan Keamanan. Meski masih belum ada kesepakatan mengenai struktur yang baru, sebagian besar negara beranggapanstruktur saat ini tidak mencerminkan peta politik dunia kontemporer.
Kedua, meningkatnya peran dan kapasitas PBB dalam mengatasi persoalanpersoalan yang dihadapi negara-negara berkembang. Sasaran ini dapat dicapai dengan adanya kesadaran global dan partisipasi negara-negara maju.
Tantangan dan peluang
Gagasan seputar reformasi PBB sudah bergulir lebih dari satu dekade. Namunkenyataan saat ini masih jauh dari harapan. Dua hal menjadi penyebabnya. Pertama,politik internasional berbeda dengan politik domestik, terutama dalam hal keberadaanotoritas tertinggi yang berhak menetapkan kebijakan. Apabila pada tingkat domestic pemerintah (eksekutif, legislatif dan judikatif) memiliki kewenangan itu, tidak demikian pada tingkat internasional. Meski beranggotakan negara-negara berdaulat, PBB tidak memiliki kewenangan sebagai pengambil kebijakan pada tingkat supranasional. Dengan demikian Sekretariat Jenderal PBB tidak dapat menetapkan kebijakan seputar reformasi tanpa adanya kesepakatan negara-negara anggotanya. Kedua, kepentingan nasional (national interests) tetap merupakan pertimbangan utama bagi negara dalam menetapkan kebijakan pada tingkat internasional, termasuk dalam menyikapi isu reformasi PBB. Perhitungan untung-rugi tetap dikedepankan. Selain itu prinsip realpolitik juga berlaku. Artinya posisi negara besar memiliki nilai yang signifikan dalam penentuan keberhasilan – dan kegagalan – sebuah agenda.
Sikap negara besar dalam beberapa hal menjadi salah satu referensi bagi negara lainuntuk menetapkan kebijakan. Tidak mengherankan apabila usulan AS seputarreformasi PBB segera menarik perhatian negara-negara lain. Meski demikian bukan berarti reformasi PBB tidak mungkin diwujudkan. Negosiasi dan tawar-menawar selalu terjadi dalam proses politik, termasuk pada tingkat internasional. Negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, tetap memiliki peluang dalam memerjuangkan reformasi PBB.
Khusus bagi Indonesia, reformasi PBB memiliki arti yang sangat penting. Tahun ini Indonesia menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia-Afrika dan Pertemuan Regional Tingkat Menteri tentang Millennium Development Goals (MDGs). Hasil kedua pertemuan tersebut merekomendasikan pentingnya reformasiPBB dan rekomendasi tersebut akan disampaikan oleh Indonesia pada KTT Dunia 14-16 September mendatang.
Apa yang akan disampaikan Indonesia mewakili negara-negara Asia-Afrika pada forum tersebut akan menjadi kontribusi yang signifikan dalam menentukan arahreformasi PBB. Hal tersebut dapat diwujudkan, tentu saja, dengan dukungan yangsolid dari negara-negara berkembang dan kesadaran yang meningkat dari negaranegaramaju. Melalui forum tersebut kita juga berharap reformasi PBB dapat segeradiwujudkan, dalam bentuk yang benar-benar mengarah pada tatanan dunia yang lebih aman dan lebih adil.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Kejujuran adalah hal penting dalam kehidupan kita namun belakangan ini kejujuran adalah hal yang sulit didapat dan dipercaya dalam kehidupan sosial kta, ini juga terjadi pada Organisasi multilateral yang mencakup sebagian besar bumi yaitu PBB. Di dalam keanggotaan PBB kejujuran sangatlah sulit didapatkan ini merupakan kenyataan yang mengkhawatirkan sebagaimana Indonesia termasuk dalam keanggotaan PBB. Dalam hal ini perlu diambil langkah redormasi dalam tubuh PBB agar kejujuran yang kita dambakan dapat tercapai dengan mudah

3.2Saran
Sebagai individu manusia pastinya menginginkan kepercayaan dan dipercaya. namun dengan keadaan yang semakin berubah hal ini sulit tercapai sedemikian dengan sulitnya ditemukan kejujuran. Jadi bila kita ingin terpercaya dan dipercaya seharusnya kita berkata jujur tentang apa yang kita ucap.
3.3Referensi
http://www.wikipedia.com