Penilaian dan evaluasi
Bab 1 menekan kan pentingnya tes kecookan dan setrategi evaluasi untuk suatu hasil dan objektivitas untuk pelajaran umum dan tujuan melekat dari model umum. Meskipun terdapat kritik, intruksi langsung menyisakan model mengajar yang paling populer di amerika khususnya pada tingkat lanjut, dann ini adalah model pengajaran yang palling cocok untuk mengajarkan pengetahuan dan keterampilan yang diajarkan kepada mereka sendiri melalui intruksi bertahap. Penilaian dengan hasil ososiasi terhadap model difokuskan kepada tes kertaas dan pensil(tulis) untuk mengukur pengetahuan penjabaran dan banyak tes penamppilan untuk mengukur peningkatan keahlian atau keterrampilan. Contohnya tes tulis ddapat digunakan untuk melihat apakah peelajar bisa mengidentifikasi karakter dan huruf-huruf keyboart; tes mengetik dengan waktu bisa digunakan untuk melihat seberapa bagus mereka bisa mengetik, pelajar bisa dimintai untuk mengidentiifikasikan kata kerja dalam beberapa kata sifat. Merka bisa diminta untuk menunjukan kalau mereka bisa menulis dengan kalimat lengkap. Menulis adalah tata cara yang tepat pada beberapa model guru menjabarkan pada buku ini adalah sebuah pengukuran tetang sebuah kejujuran yang meneranngkan pengetahuan, dimana sebuah kemampuan untuk menggunakan sebuah model umum bisa ditunjukkan hanya didalam kelas. Kebannyakan seorang dosen pasti menerangkan pengetahuan (pengetahuan keyboart, pengenalan kata kerja dan langkah-langkah model pembelajaran). Itu adalah persyaratan penting untuk menampilkan keahlian yang ditargetka n . demikianlah, para guru mennggunakan intruksi langsung terkadang menggunakan keduanya yaitu tes tulis dan tes kemampuan. Prinsip dasar untuk tipe tes ini telah dijabarakan dalam sesi berikut.
Prinsip dasar atas tes konstruksi apek yang palingt penting dari evaluasi pelajar di kebanyakan kelas adalah tes dari para guru dibuat dan diberikan kepada para pelajar . tes kontruksi yang bagus membutuhakan seluruh keahlian dan sebuah komitmen dalam aspek pembelajaran. Prinsip dasar mengikuti penawaran guru terkadang lebih membutuhakan bimbingan untuk membangun tes mereka sendiri. (Gronlund 1982). Menyediakan 5 prinsip dasar yang akan membimbing para guru sebagai acuhan sistem penilaian dan membuat tes mereka sendiri. 5 prinsip tersebut disimpulkan sbb:
Harmoni dengan objek intruksional . terkadanng terdengar pelajar kritiik, “ tesnya tidak sesuai dengan apa yang kita dapatkan dikelas” dengan alasan apapun , pelajar yang mengatakan hal tersebut percaya bahwa mereka telah dihkimi dan tidak adil. Prinsip pertama adalah guru harus membuat tes yang bisa megukur dengan jelas objektivitas pembelajaran yang telah merka berikan kepada pelajar , singkatnya tes seharusnyaa memiliki harmmoni dengan objektivitas intruksionalguru. Contohnya jika seoranng guru telah meenyelesaikan sebuah unit kerja pada periode kolonial amerika dan menginginkan pelajar untuk mengerti semua aspek di era tersebut, jadi tes seharusnya lebih dari masalah kepemimpinan religius pada periode tersebut.
Mencakup semua bab pembelajaran. Kebannyakan pelajaran dan intruksi mengandung berbagai maccam cakupan aspek pembelajjaran dari informasi faktual untuk di mengerti untuk diketahui , analisis, dan prinsip spesifik atas kreatif aplikatif . tes yang bbaik tidak hanyafokus pada keseluruhan satu tipe objek. Seperti halnya kejasian faktual; cukup dengan mengukur contoh representatif dari objektivitas pembelajaran guru .
Menggunakan aitem tes yang tepat seperti yang anda ketahui dari penggalaman anda sendiri , banyak macam aitem tes yang berbeda dan format pengetesan yang cocok untuk guru. Beberapa tipe dari tes aitem, seperti mencocokkan atau mengisi ruang-ruang kosong, sangat bagus dan cocok untuk mengukur informasi yang lebih sppesifik; lainya , seperti item isai , lebih baik untuk memicu proses berfikir dengan level yang lebih tinggi dan kemampuan-kemapuan. Tes yang baik adalah yang paling cocok untuk objek umum.
Membuat tes dengan falit dan seriable mungkin dan menunjukkan kepedulian . sebuah tes dikatakan reiable saat menghasilhan kepercayaan, penilaian konsisiten untuk seseorang yang melakukanya lebih dari satu kali dalam satu periode. Sebuah tes dikatakan valid saat ukuran yang diklaaim dengann yang diukur . contohnya sebuah tes yang mengklaim bisa mengukur siikap matematika belajara akkan infalid jika ini benar diukur dengan sikap matematiks mereka oleh guru yang bersangkutan. Guru membuat tes yang dengan jelas tertulis dan meminimalkan penalaran. Umumnya lebih reliabledari pada teebakan yang lebih terfokuskan pada perkiraan. Demikian jusga tes yan g mengandung banyak item umumnya lebih reliable dari pada item yang lebih sedikit.tidak ada tes tunggal, demikian juga gambaran yang sepenuhnya akurat tentang apa yang diketahui dan dapat dilakukan belajar. Demikian pula akan selalu dibutuh kan hasil interprestasi derngan peringatan dan untuk mendapatkan hasil yang berkali lipat dari sumber informasi evaluasi sebelum membuat penilaian akhir tentang hasil kerja belajar.
Menggunakan tes untuk meningkatkan pembelajaran. Prinsip terakhir ini bermaksut untuk mengingartkan guru walaupun tes digunakan untuk mendiaknosa atau menilai perkembangan hasil pelajar, merka juga bisa belajar pengalaman sebagai pelajar. Menuju hasil tes terakhir, secara instan, menyediakan guru kemungkinan untuk mengulan g informasi penting yang telah terlupakan oleh pelajar. Debat dan diskusi untuk mendapat kan hadil yang benar bisa merangsang topik studii yang lebih jauh. Guru yang efektif mengintegrasikan proses tes mereka dengan progam intruksi keseluruhan untuk alasan untuk membimbing dan meningkatkan pembelajaran siswa.
SUMMERY
Menerima informasi dasar dan keahlian adalah hasil yang penting untuk semua sobjek yang diterapkan disekolah. Pada hampir semua bidang, pelajar harus belajar dari dasar sebelum mereka bisamempelajari hal yang lebih lanjut.
Guru memberikan intruksi langsung untuk membantu pelajar mempelajari keahlian dan ppengetahuan dasa. pada intruksi langsung menggambarkan dukungan empirik dan teori dari sistem analisis, teori model keseharian, dan efektifitas riset guru. Secara luas tes ini digunakan disekolah dan non akkademik
Efek intusional dari model intruksi langsung adalah untuk menunjukkan kemahiran dari keahlian yang simple maupun kompleks dan pengetahuan deklaratif hal itu bisa diigabbungkan dengan baik dengan langkah-langkah tertentu.
Aliran sintaks pada umunya merupakan pelajaran isi dari 5 fase umum : menyediakan dan membangun objek;mendemontrasikan dan menjelaskan materi yang dipelajari; menyediakan bimbingann dan latihan; pengecekan atas tingkat pengertiian pelajar dan menyediakan timbal balik;dan menyediakan transfer dan praktek pengembangan.
Model intruksi langsung membutuhkan stuktur lingkungan pembelajaran yang baik dan penyusunan yang hati-hati dari guru. Struktur yang kuat tersebut bukan berarti lingkungan harus selalu tidak layak dan tidak bersahabat.
Perencanaan pre-intruksional diasosiasikan dengan model penekanan terhadap persiapan ojek dan latihan analisis.
Pembelajaran intruksi langsung membuutuhkan penjelasan yang jelas dari guru; untuk mendemontrasikan perilaku model yang tepat; dan menyediakan latihan monitoring daya guna dan timbal baliknya.
Latiahan seharusnya dibimbing dengan beberapa prinsip berdasarkan urutan, isi praktek yang berguna, berdasarkkan praktek untuk meningkatkann hasil pembelajaran, dan membuat distribusi dan kesesuaian dari latihan.
Pelajaran intruksi langsung membutuhkan pengaturan ruangan kelas yang unik ditujukan untuk meningkatkan perhatian pelajar terhadap keberlanjutan, untuk meningkatkannya pada tiap preiode. Pengaturan ruangan kelas yang termasuk pengorganisasian ruangan kelas untuk mendapatkan efek maksimal; Langkah pengaturan dan penyesuaian langkah aliran dan moomentum; keberanjutan penangkapan, pengembangan dan partisipasi; dan berkaitan dengan perilaku pelajar yang secara cepat dan mendasar.
Asosiasi penilaian dengan model intruksi langsung menekankann pengembangan , pelatihan dan penggunaan pengetahuan dan daya guna dasar belajar tes simple yang dapat mengukur dengan akurat keahlian dan ketersediaan timbal bbalik belajar.
Selain itu variasi intruksi langsung menghasilkan model pembelajaran yang paling populer.