RANCANGAN PENGAJARAN PADA JURUSAN TEKNIK OTOMOTIF

Disusun Oleh :
AINUN FUAD

Bidang(TEKNIK OTOMOTIF)
analisis latar
Di zaman modern seperti sekarang ini, teknologi semakin berkembang dengan pesat dan mengakibatkan terjadinya persaingan ketat antar individu. Untuk mengikuti perkembangan zaman yang semakin pesat maka seorang pendidik harus dapat memberikan bekal untuk para pelajar supaya siap menghadapi perkembangan zaman dan persaingan yang ketat ini. Karena itu peranan sekolah SMK sangat besar dalam pemberian bekal kepada para pelajar supaya saat dalam lingkup dunia luar atau dunia kerja lebih mudah beradaptasi karena telah memiliki bekal yang cukup saat dalam lingkup sekolah. SMK tidak hanya memberikan bekal keterampilan saja tetapi juga memberikan bekal moral yaitu dengan pemberian pelajaran pembentukan karakter dan pelajaran tentang kewirausahan. SMK mempunyai beberapa jurusan contohnya teknik otomotif, teknik pemersinan, teknik elektronika,teknik menegemen,teknik industri,dll.
Kemajuan teknologi dizaman seperti ini lebih menonjol pada kendaraan yang semakin lama semakin memunculkan inovasi-inovasi terbaru dalam segi interior dan exteriornya. Karena hal itu maka banyak para pelajar yang memilih jurusan otomotif. Tidak hanya itu saja tetapi seorang pelajar memilih teknik otomotif karena setiap hari mereka bergelut dengan dunia otomotif dengan kendaraan mereka sendiri maupun orang lain sehingga apabila terjadi kerusakan pada kendaraannya mereka bisa memperbaikinya sendiri.
KARAKTERISTIK BIDANG
Otomotif merupakan salah satu kebutuhan terpenting dalam kehidupan manusia karena hampir setiap kegiatan manusia memerlukan bantuan otomotif. Perkembangan otomotif semakin lama semakin canggih, otomotif yang dahulu 80% pengoprasianya dengan manual dan 20% otomatis atau elektrikal tetapi sekarang makin lama semakin terbalik. Perkembangan yang semakin pesat itu juga karena berkembangnya teknologi modern yang semakin mempermudah manusia untuk beraktifitas.Dunia otomotif juga terbawa arus perkembangan zaman sehingga untuk mengikuti perkembang dunia otomotif tersebut didirikan sekolah SMK dengan jurusan teknik otomotif. Teknik otomotif adalah sebuah jurusan yang mempelajari tentang segala macam komponen dan sistematika kerja pada mesin otomotif.
KARAKTERISTIK SISWA
Teknik Otomotif mayoritas siswanya adalah laki-laki tetapi tidak menutup kemungkinan seorang siswi mengambil jurusan tersebut. Banyak pihak menganggap bahwa sekolahan SMK dan khususnya jurusan teknik otomotif siswa-siswi yang terkenal sangat nakal dan brutal. Anggapan tersebut tidak sepatutnya menjadi acuhan bahwa hal itu benar karena Memang banyak siswa-siswi jurusan teknik mesin yng nakal tetapi tidak jarang juga siswa-siswi teknik otomotif yang patut dicontoh dalam segi moral maupun intelektual. Untuk menghilangkan anggapan tersebut dan juga mengurangi kenakalan remaja seorang pendidik harus dapat mengendalikan perilaku para siswanya didalam kelas dengan menganalisis karakteristik siswanya, merencanakan hasil yang ingin dicapai dan menentukan strategi yang tepat
KARAKTERISTIK PROSES
Teknik otomotif merupakan jurusan paling banyak menggunakann waktu mengajar praktek karena mamiliki beberapa sub kompeten mulai dari interior,exterrior dan engine. Karena hal tersebut maka pendidik harus memiliki strategi dan metode pembelajaran yang tepat supaya mendapat hasil yang sesuai dengan target yang ingin dicapai. Kalau pemilihan metode dan strategi yang salah akan menyebabkan banyak kerugian dari berbagai segi, contohnya segi biaya, waktu,tenaga dan yang paling penting adalh segi hasil.
KARAKTERISTIK HASIL
Perencanan hasil yang ingin dicapai sangatlah penting karena dapat membantu seorang pendidik menentukan strategi dan metode yang tepat dalam proses belajar mengajar. Perencanaan hasil harus lebih terfokus untuk mempermudah pemilihan strategi dan metode yang tepat. Hasil yang ingin dicapai seharusnya tidak hanya memberikan bekal keterampilan palajar dari segi keterampiilan saja melainkan juga dari segi moral karena moral yang baik adalah bekal yang sangat berharga bagi seorang pelajar.Dari pernyataan diatas kita sebagai guru harus dapat menentukan metode pembelajaran yang tepat dan evisien untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.
ALTERNATIF MODEL
KONTRUKTIVISTIK
Kontruktivistik adalah model pembelajaran dimana seorang peserta didik harus aktif menciptakan struktur-struktur kognitif dalam interaksinya dengan lingkungan. dengan bantuan struktur kognitifnya seorang peserta didik akaan menyusun pengertian realitasnya ataupun jawabanya. Kesimpulannya adalah suatu model pembelajaran yang dimana seorang peserta didik harus aktif mengelola data dan kemampuan kognitifnya untuk mendapat suatu kesimpulan atau suatu jawaban.
BEHAVIORISTIK
Behavioristik adalah model pembelajaran yang dimana seorang peserta didik mendapat stimulus dalam proses belajarnya dan harus seperti apa yang didapat dari seorang pendidik dan juga respon yang diberikan. Stimulus adalah apa saja yang diberikan guru kepada pebelajar, sedangkan respon berupa reaksi atau tanggapan pebelajar terhadap stimulus yang diberikan oleh guru tersebut. Teori behavioristik merupakan teori yang menggunakan hubungan stimulus-responnya dan menganggap orang yang belajar sebagai individu yang pasif. Teori ini mengutamakan pengukuran, sebab pengukuran merupakan suatu hal penting untuk melihat terjadi atau tidaknya perubahan tingkah laku tersebut.
ALASAN MENGAMBIL MODEL TERSEBUT
Dari analisis latar dan karakteristik-karakteristik yang telah disebutkan diatas seorang pendidik sebaiknya harus dapat mengkolaborasikan antara dua model pembelajaran yaitu kontruktivistik dan behavouristik. Karena dari setiap model pembelajaran tersebut memiliki kelemahan sehingga harus mengkolaborasikan supaya dapat mentutupi kelemahan-kelemahan yang ada.
TUJUAN
Tujuan menggunakan kolaborasi antara model pembelajaran behovioristikk dengan model pembelajaran kontrukstivistik adalah untuk mendapatkan hasil yang memuaskan dan sesuai dengan rencana pembelajaran. Sebaiknya seorang pendidik menggunakan model pembelajaran kontruktivistik dan juga model pembelajran behavouristik karena daya tangkap seorang peserta didik itu berbeda sehingga harus melakukan kolaborasi tersebut untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Karena kedua model pembelajaran ini saling berlawanan maka apabila dikolaborasikan seorang peserta didik akan lebih cepat menyerap apa yang diberikan oleh pendidik dan yang lebih penting adalah pembentukan karakter yang lebihh baik dari pada hanya menggunakan satu model pembelajara.
KARKTERISTIK MODEL PEMBELJARAN
Pandangan behavioristik dan konstruktivistik tentang belajar dan pembelajaran
Kontruktivistik
Behavioristik
Pengetahuan adalah non objective, selalu berubah dan tidak menentu
Pengetahuan adalah objective, pasti, dan tetap
Belajar adalah dari peengalaman kongkrit, aktivitas kolaboratif, dan refleksi.
Mengajar adalah menata lingkungan agar si pelajar termotivasi dalam menggali makna serta menghargaiketidak menentuan
Belajar adalah perolehan pengetahuan, sedangkan mengajar adalah memindahkan pengetahuan ke orang yang belajar
Seorang pelajar akan memiliki pemahaman yang berbeda terhadap pengetahuan tergantung pada pengalamannya dan perspektif yang dipakai dalammemenginterprestasikan
Seorang pelajar akan memiliki pemahaman yang sama terhadap pengetahuan yang diajarkan. Artinya apa yang dipahami oleh pengajar itulah yang harus dipahami oleh seorang pendidik
Mind berfungsi sebagai alat untuk ang ada dalam dunia nyata menginterprestasikan peristiwa, objek , atau perspektif sehingga makna yang dihasilkan bersifat unuk dan individualistic
Fungsi mind adalah menjiplak struktur pengetahuan melalui proses berfikir yang dapat dianalisis dan dipilah sehhingga makna yang diihasilkan dari proses berfikir seperti ini ditentuukan oleh karakteristik struktur pengetahuan

DOMINAN
BEHAVIORISTIK
Melatih seorang peserta didik menangkap respon dengan baik.
Melatih peserta didik cepat tanggap terhadap stimulus yang diberikan.
Melatih peserta didik menjadi lebih disiplin.
Melatih peserta didik percaya diri.
KONTRUKTIVISTIK
Melatih kekreatifan seorang peserta didik dalam menemukan jawabanya.
Melatih keativan seorang peserta didik.
Melatih seorang peserta didik berkolaborasi dengan individu lain.
Melatih seorang peserta didik dalam mempertanggung jawabkan hasil penelitianya.
Kebebasan berexpresi dan berkreaasi.
HAMBATAN
BEHAVIORISTIK
Terlalu memberikan tekanan kepada peserta didik.
Sulit berkembangnya seorang peserta didik karena pembatasan yang diberikan.
Pembunuhan karakter seorang peserta didik.
Pembunuhan kreatifitas seorang peserta didik.
KONTRUKTIVISTIK
Kurangnya rasa kedisiplinan seorang peserta didik
Tidak meratanya pembelajaran karena perbedaan daya kreativitas dan keaktifan seorang peserta didik
Membutuhkan waktu yang terlampau lama.
KOMPONEN
Pada model pembelajaran kontruktivistik terdapat banyak contoh pembelajaran yaitu pembelajaran konstruktivis, pembelajaran kooperatif, pembelajaran terpadu, pembelajaran aktif, pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning, CTL), pembelajaran berbasis projek (project based learning), pembelajaran berbasis masalah (problem based learning), pembelajaran interaksi dinamis, dan pembelajaran kuantum (quantum learning).
Dari beberapa contoh pembelajaran diatas yang lebih tepat untuk disekolah SMK jurusan teknik otomotif adalah pembelajaran kontekstual,pembelajaran kontruktifistik dan pembelajaran berbasis masalah karen jurusan teknik otomotif setiap dalam proses belajar mengajar selalu menemui kendala yang tidak terduga dan masalah tersebut sulit untuk dipecahkan secara individu. Dan juga setiap melakukan praktek sorang siswa juga dituntut untuk memecahkan sebuah masalah yang timbul dalam sistem tersebut.
SINTAK MODEL
1.Seorang pendidik harus menerapkan model dimensi pembelajaran:
Pemberian dan penanaman persepsi positif.
Pemerolehan dan pengintegrasian pengetahuan.
Perluasan dan penghalusan pengetahuan.
Penggenaan pengetahuan secara bermakna.
Kebiasaan berfikir positif.
2.Menganalisis latar yang didalamnya terdapat karakteristik bidang, karakteristik siswa, karakteristik aliran, karakteristik proses dan karakteristik hasil.
3.Menggunakan teori pembelajaran Preskriftif (goal oriented) yaitu pembelajaran yang digunakan dengan menganalisis kondisi dan menentukan tujuan atau hasil yang ingin dicapai dahulu kemudian dari hasil tersebut dapat disimpulkan strategi atau metode apa yang tepat untuk digunakan.
4.Penyusunan subkompetensi yang sesuai dari yang paling mudah sampai yang sulit.
5.Membuat kelompok yang tiap kelompok didialamnya terdapat peserta didik yang memiliki tingkat kognitif tinggi dan rendah supaya lebih merata.
6.Memberikan masalah yang harus dipecahkan secara berkelompok.
7.Memberikan masalh yang harus dipecahkan secara individu.
8.Memberikan ujian yang bersifat individu untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta didik.
9.Untuk meningkatkan pengetahuan peserta didik supaya tidak tertinggal dengan kemajuan dibidang industri otomotif, maka seorang pendidik harus belajar dan mencari informasi tentang perkembangan otomotif didunia industri.
JAMINAN KEBERHASILAN
Keberhasilan dari kolaborasi antara model pembelajaran kontruktivistik dengan model pembelajaran behavioristik akan lebih baik dari pada hanya menggunakan satu model saja karena tiap-tiap model tersebut dapat mengisi kekurangan dari model pembelajaran satunya. Tingkat keberhasilanya bisa mencapai lebih dari 75% dari pada hanya menggunakan satu model saja.
Tetapi faktor terpenting yang mempengaruhi keberhasilan suatu proses belajar mengajar adalah individunya sendiri dan komponen-komponen dari optimalisasi mewujudkan potensi belajar yaitu :
Dukungan masyarakat
Dukungan keluarga
Proses pembelajaran
Siswa belajar