Tema : Sosial dan Budaya
Judul : Philosophy of Java, Moh Limo
Pilihan : Layanan masyarakat

Moh limo adalah filosofi Jawa yang mengajarkan kepada kita kearifan dan kebijaksanaan dalam hidup sekaligus dapat menuntun kita untuk mencapai hidup dengan kemadanian masyarakat. Kami mengambil tema ini dengan tujuan untuk mempublikasikan kembali salah satu filosofi jawa yang dirasa memiliki pesan moral dan sosial yang tinggi dan tetap bisa diaplikasikan di masa modern ini. Walaupun filosofi ini sudah ada sebelum kita lahir, namun filosofi ini tetap bisa kita jadikan acuan dalam berperilaku sosial di masyarakat sekarang.

Melihat realitas belakangan ini, di mana dekadensi moral begitu menjamur di mana-mana. Sementara kehidupan yang begitu permissif sudah menjadi “trend” dalam pergaulan sehari-hari. Pola hidup yang begitu konsumtif serta gaya hidup materialis, akhirnya menyebabkan banyak terjadinya bencana-bencana yang bersifat sosial dan budaya, baik itu pembunuhan, perampokan, pemerkosaan, korupsi, illegal logging, perselingkuhan dan lain sebagainya. Inilah sebenarnya sumber utama yang menyebabkan datangnya berbagai azab.

Dengan diangkatnya tema filosofi jawa Moh Limo ini untuk diaplikasikan pada merchandise, orang secara langsung maupun tidak langsung akan melihat dan kembali memikirkan makna-makna yang terkandung di dalamnya. Penjelasan Moh Limo ini sebagai berikut :

1. Moh Main atau tidak mau berjudi
Segera basmi segala bentuk perjudian, baik perjudian kelas bawah maupun perjudian kelas atas. Karena bangsa kita tidak akan pernah mendapatkan keberkahan hidup jika perjudian menjamur bebas di sana-sini. Apalagi disinyalir ada beberapa anggora DPR kita yang terhormat melakukan perbuatan ini.

2. Moh Mabuk atau tidak mau minum arak atau bermabuk-mabukan.
Tinggalkan segala bentuk minum-minuman keras yang hanya membawa kenikmatan sesaat, tetapi kemudhorotan yang akan ditimbulkannya jauh lebih besar dari manfaatnya.

3. Moh Maling atau tidak mau mencuri
Segala bentuk pencurian, termasuk di dalamnya korupsi, kolusi,  suap-menyuap dan sebagainya harus segera ditinggalkan, jika tidak malapetaka sosial akan semakin marak dalam kehidupan bangsa kita.. Selain itu begitu maraknya korupsi dari  birokrasi paling bawah sampai birokrasi teratas menyebabkan bangsa kita akan semakin terpuruk.

4. Moh Madat atau tidak mau menghisap candu, ganja, narkoba dan lain-lain.
Penyalahgunaan narkoba adalah sumber kehancuran negara. Penyakit ini akan menghancurkan bangsa kita, apalagi pengguna terbesar narkoba adalah generasi muda. Jika hal ini terus dibiarkan, apa yang terjadi pada bangsa kita 10, 15, atau 20 tahun yang akan datang. Wallahu a’lam.

5. Moh Madon atau tidak mau berzina/main perempuan yang bukan istrinya.
Penyakit masyarakat lainnya yang begitu mewabah dalam masyarakat kita adalah perzinaan. Arus globalisasi yang begitu dahsyat telah banyak memberi pengaruh besar bagi menjamurnya segala bentuk prostitusi dan perselingkuhan. Kerusakan seperti ini sudah dianggap “biasa” oleh masyarakat kita. Padahal kalau perbuatan seperti ini tidak dicegah, tunggulah azab yang besar akan segera datang dari Allah SWT.