Padi merupakan sebuah tanaman yang sangat penting untuk masyarakat Indonesia, ASEAN, maupun ASIA, karena makanan pokoknya dihasilkan dari tanaman padi yang diolah dengan proses tertentu hingga akhirnyta menjadi Nasi. Hampir dari 86% penduduk Asia makana pokoknya menggunakan nasi khususnya Indonesia, Malaysia, Thailand, Dan Jepang. Nasi berasal dari beras yang juga merupakan hasil dari tanaman padi, Nasi mengandung karbohidrat yang sangat tinggi sehingga dapat menghasilkan kalori yang cukup untuk membantu aktifitas manusia dalam kegiatan sehari-hari. 

Padi memiliki bermacam-macam jenis dari yang besar, kecil, tinggi, rendah, dapat dimakan, dan juga hanya dapat diguakan sebagai hiasan taman. Secara umum padi dibagi menjadi 2 yaitu padi biasa dan padi ketan. Padi biasa adalah jenis padi yang digunakan sebagai makan pokok sedangkan untuk Padi ketan lebih sering digunakan sebagai bahan baku pembuatan kue karena tekstur pada padi ketan saat dimasak akan lebih menjadi kenyal.

Padi Jenis biasah atau pokok juga memiliki banyak jenis, jenis-jenis tersebut memiliki ciri khusus yang membedakanya, contohnya

1. padi jenis Bramu memiliki beras yang sangat baik digunakan untuk digunakan sebagai bubur karena memiliki tekstur yang sangat halus dan lembek,

2. padi jenis IR64 memiliki beras yang tekstur yang sangat keras, kaku, dan memiliki bentuk butiran-butiran yang sedikit gemuk sangat baik digunakan untuk makanan soto, rawon, dan makanan yang berkuah

3. padi jenis Jaya memiliki beras yang hampir mirip dengan beras IR64 tetapi bentuknya sedikit kurus dan panjang .

selain disebutkan diatas ada juga padi/ beras yang memiliki aroma yang tersendiri dan juga memiliki kadar gula dan kalori yang rendah yang sering diberikan untuk pengidap diabetes.

Penanaman Padi

proses penanaman padi tidaklah sulit seperti yang dibayangkan oleh orang-orang awam, tetapi hanya perlu ketekunan dan ketelitian khususnya mengetahui keadaan pada padi terlebih pada penyakit, ketelitian tersebut dibutuhkan supaya tidak terjadi kesalahan penanganan dalam mengantisipasi maupun mengobati penyakit padi. Penanaman padi meliputi 5 faktor penting yaitu penyiapan  lahan, pembibitan, penanama, perawatan dan pemanenan.

Langkah-langkah peyiapan lahan

1. berikan tenggang waktu terhadap lahan yang telah selesai dipanen (kurang lebih 1 minggu )

2. lakukan pembajakan tanpa menggunakan banyak air, yaitu dengan membalikkan tanah dengan menggunakan bajak.

3. lakukan perataan, dalam proses ini perlu membutuhkan air yang banyak karena untuk lebih mudah membuat tanah yang telah dibajak menjadi lebih lunak.

4. pembuatan galengan( pinggiran petak sawah) , dalam proses ini diperlukan pekerja khusus yang sudah ahli

5. pembuatan garis segi empat yang ujungya saling berpotongan, perpotongan garis ini merupakan tempat dimana bibit padi akan ditanam supaya jarak dan kerapatanya sama.
Langkah-langkah pembibitan

pembibitan ini sebaiknya dilakukan kurang lebih 1 bulan sebelum proses penanama supaya bibit sesuai dengan kriteria penanaman.

1. buatlah lahan pembibitan sesuai sesuai kebutuhan dengan ukuran tiap hektarnya membutuhkan 10 x 10 meter, bersihkan lahan dari rumpu-rumput dan buat lah saluran irigasi ditengah maupun dipinggir lahan supaya lebih mudah dalam pengairan.

2. rendamlah benih padi (gabah) selama 1 malam dengan air.

3. tebarkan benih hasil rendaman diatas lahan secara merata, dan kemudian tutupi taburan benih tersebut dengan tanah hingga benih tertutup tanah secara sempurna, tetapi tanah yang digunakan untuk menutup benih jangan terlalu tebal supaya tidak menghambat pertumbuhan bibit padi.

4. lakukanlah penyiraman pagi dan sore, tetapi apabila dilakukan pengairan cukup 2 hari sekali.

Langkah-langkah Penanaman

1. Ambilah bibit padi yang berumur kurang lebih 1 bulan.

2. ambilah 2 batang bibit padi untuk ditanam pada garis yang berpotongan pada lahan penanaman.

Langkah-langkah Perawatan

1. apabila padi berumur 10 hari  dan juga disaat berumur 50 hari lakukan pemupukan, dalam proses pemupukan lahan harus sedikit kering supaya pupuk bisa meresap keakar padi.

2. pengairan haruslah dilakukan terus menerus hingga berumur 90 hari, untuk umur 90 hari keatas sebaiknya mulai dikurangai pengairanya.

3. apabila terdapat rumput-rumput liar disekeliling tanaman padi haruslah dilakukan pencabutan supaya tidak menghambat pertumbuhan padi.

4. proses penyemprotan sebaiknya hanya dilakukan apabila padi sedang diserang hama supaya tidak terlalu mengandung bahan kimia berbahaya.

Langkah-langkah pemanenan

1. potonglah padi

2. lakukan pemisahan antara padi dengan batangnya, lebih baik menggunakan tenaga manusia karena tidak membuat rusak butiran padi.