Sistem kelistrikan kendaraan

Di zaman yang modern ini teknologi merupakan salah satu kebutuhan utama bagi manusia untuk membantu segala kegiatan ataupun aktivitas mereka. Teknologi tersebut bisa berupa benda-benda elektronik, kendaraan, dan lain-lain. Dari sekian banyak teknologi yang sangat berguna dalam membantu aktivitas manuasia yang lebih dominan adalah kendaraan baik itu kendaraan kecil, sedang, maupun besar. Sebuah kendaraan sangatlah membantu manuasia dalam pemindahan barang dari tempat satu ke tempat yang lain, membantu manusia untuk mempermudah dalam bepergian, dan membantu dalam berbagai kegiatan lainya.

Di sebuah kendaraan khususnya bermesin bensin memiliki 3 sistem yang sangat penting yaitu:

1. sistem kelistrikan

2. sistem aliran bahan bakar

3. sistem siklus Engine

Ketiga sistem tersebut merupakan sistem terpenting karena apabila terjadi kerusakan disalah satu sistemnya maka sebuah kendaraan tidak akan bisa dihidupkan. Pada kesempatan kali inipembahasan akan lebih ditekankan pada sistem kelistrikanya, sistem kelistrikan juga dapat dibagai menjadi 2 bagian yaitu antara lain:

1. kelistrikan body

2. kelistrikan siklus pengapian konvensional ataupun elektrik

kelistrikan pada kendaraan merupakan sebuah manipulasi tegangan untuk menghasilkan tegangan tertentu supaya dapat membantu siklus kerja mesin. Manipulasi tersebut bisa berupa penurunan tegangan ataupun kenaikan tegangan. Secara umum tegangan dibagi menjadi 2 jenis yaitu?

1. Tegangan DC

2. Tegangan AC

kedua jenis tegangan tersebut dibagi atas dasar bentuk gelombang dan arah gelombang. Untuk tegangan DC bentuk gelombang datar dan arah tegak lurus sedangkan Tegangan AC memiliki bentuk gelombang seperti kurva dan arahnya naikturun atau bolak balik.

Pada dasarnya Sebuah aliran listrik akan tercipta atau terbentuk apabila :

1. Kumparan

2. Garis gaya magnet

3. Gerakan

apabila semuanya tersedia dan tidak terjadi kerusakan sistem maka listrik akan terbentuk. Untuk itu ketiga haltersebut pastilah terdapat pada sistem kelistrikan kendaraan.

listrik memiliki unsur-unsur penting yaitu

1. Arus (I)

2. Tegangan (V)

3. Hambatan (R)

yang apabila dirumuskan dalam ilmu fisika adalah : V = I x R

ketiga unsur diatas memiliki peranan penting dalam ilmu kelstrikan karena suatu variasi akan tercipta apabila 3 unsur tersebut deberikan nilai tertentu.

Kelistrikan kendaraan merupakan hasil manipulasi dari tegangan, arus dan hambatan, selain itu juga mengacu pada gerbang logika listrik antara lain :

1. Gerbang AND

2. Gerbang OR

3. Gerbang NEND (not AND)

4. Gerbang NOR (not OR)

karena adanya gerbang-gerbang logika listrik sehingga manipulasi, variasi, dan aliran listrik bisa dikendalikan sesui kebutuhan. Hal tersebut merupakan dasar dari Electrical Contol yaitu mengatur semua kebutuhan dan kerja sistem secara elektrik dengan memanipulasi, variasi, dan merubah aliran listrik menjadi bentuk lain contohnya gerakan motor listrik. Electrical Control sudah banyak digunakan pada  kendaraan pengeluaran terbaru yang hampir seluruh sistem yang ada diatur oleh prosesor.

Sistem Electrical Control ini memiliki bagian bagian terpenting yaitu antara lain:

1. Inputan ( Sensor, Switch, sklar,dll)

yaitu digunakan untuk merekap/ memonitoring  data dari perubahan fisika  atau kimia pada bagian tertentu untuk kemudian dirubah menjadi variasi tegangan atau signal dan akan dikirimkan menuju prosessor. Signal atau variasi tegangan ini terbagi menjadi 2 jenis yaitu :

a. Signal Analog

yaitu signal yang berupa variasi tegangan dengan kenaikan tegangan sesuai dengan hasil monitoring, umumnya berbentuk kurva atau gelombang AC.

b. Signal Digital

yaitu signal yang berupa variasi tegangan yang hanya memberikan perintah on atau off saja, bentuk signal umumnya berbentuk diagram batang.

2. Prossesor (PCM,ECU, ABS Modul, EPS, dll)

yaitu digunakan untuk mengolah data dari inputan (yang  berupa variasi tegangan yang umumnya sudah berupa signal digital) yang kemudian diproses dan akan memngirimkan perintah (berupa variasi tegangan) pada output ( Actuactor). apabila signal masuk dari inputan masih berupa signal analog maka perlu di rubah dulu menjadi signal digital dengan menggunakan ACD (Analog an Convert Digital).

3. Output (Actuactor, motor, katup, dll)

yaitu digunakan untuk melaksanakan perintah dari prossesor yang dikirim dengan variasi tegangan. Outputan ini merubah signal menjadi gerakan ataupun suatu rangsangan.