Category: PENDIDIKAN


BELAJAR merupakan sebuah proses pemanfaatan lingkungan sekitar untuk menambah pengetahuan tanpa ada batasan waktu. Dengan belajar mereka akan mendapatkan hal-hal baru, maupun penambah pengetahuan yang telah diketahui. Ruang lingkup Lingkungan tidak hanya terbatas oleh suatu kebudayaan tetapi juga melingkupi SDM, SDA, pesan, kebudayaan, lembaga dll. Belajar dibagi menjadi 2 jenis yaitu Belajar formal dan Belajar non-formal. Belajar formal merupakan sebuah proses belajar yang dalam pelakasanaannya sebuah lingkungan diatur sesuai kebutuhan demi mencapai tujuan tertentu dengan jenjang waktu yang ditentukan contohnya SD, SMP, SMA, PT dll. Sedangkan Belajar non formal merupakan proses belajar yang tidak ada perilakuan khusus terhadap lingkungan dan tidak terdapat batasan waktu, tempat, dan kondisi.

Dalam pembelajarn formal

 

Silabus dan RPP

  1. Pengertian Silabus dan RPP
    1. Silabus

Silabus secara umum bisa dikatakan sebagai spektrum yaitu sebuah penjabaran dari SK (Standart Kompetensi) dan KD (Kompetensi Dasar). Karena sebuah silabus tersensun dari kompetensi-kompetensi dasar yang ingin ditempuh supaya tercapai standart kompetensi yang telah ditentukan. Selain itu didalam sebuah silabus juga terdapat indikator-indikator pembelajaran, materi pembelajaran, proses pembelajaran atau kegiatan yang akan dilakukan, penilaian, alokasi waktu yang dibutuhkan dalam proses pembelajaran dan juga sumber-sumber yang digunakan dalam proses pembelajaran.

  1.  RPP

RPP (Rancangan Perencanaan Pembelajaran) merupakan sebuah turunan dari silabus yang telah dibuat. Pada sebuah RPP standar kompetensi sebuah mata pelajaran yang akan disajikan  lebih diperinci mulai dari tanggal penyajian, jam penyajian, alokasi waktu yang dibutuhkan, strategi penyampaian, metode pengajaran yang digunakan, kelas yang akan diajar dan materi penyajian baik dari teori maupun praktek, sehingga dapat disimpulkan bahwa RPP merupakan sebuah acuahan untuk seorang guru dalam proses pembelajaran tersebut. Baca lebih lanjut

  1. A.    Media pembelajaran berbasis komputer dan Internet

Definisi media pembelajaran. Kata media merupakan bentuk jamak dari kata medium. Medium dapat didefinisikan sebagai perantara atau pengantar terjadinya komunikasi dari pengirim menuju penerima. Media merupakan salah satu komponen komunikasi, yaitu sebagai pembawa pesan dari komunikator menuju komunikan (Criticos, 1996). Berdasarkan definisi tersebut, dapat dikatakan bahwa proses pembelajaran merupakan proses komunikasi. Proses pembelajaran mengandung lima komponen komunikasi, guru (komunikator), bahan pembelajaran, media pembelajaran, siswa (komunikan), dan tujuan pembelajaran. Jadi, Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan (bahan pembelajaran), sehingga dapat merangsang perhatian, minat, pikiran, dan perasaan siswa dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan belajar. Baca lebih lanjut


PERENCANAAAN SARANA DAN PRASARANA PERSEKOLAHAN

A. Hakikat Perencanaan Sarana dan Prasarana Persekolahan

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2005), kataperencanaan berasal dari kata rencana yang mempunyai arti rancangan atau rangka dari sesuatu yang akan dilakukan atau dikerjakan pada masa yang akan datang. Menurut Terry (2005), perencanaan adalah menetapkan pekerjaan yang akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan yang digariskan. Hal senada juga dikemukakan oleh Nana Sudjana (2002) bahwa perencanaan adalah

proses yang sistematis dalam pengambilan keputusan tentang tindakan yang akan dilakukan pada waktu yang akan datang.

Selanjutnya, oleh Dwiantara dan Sumarto (2004) dikemukakan bahwa perencanaan adalah merupakan kegiatan pemikiran, penelitian, perhitungan, dan perumusan tindakan-tindakan yang akan dilakukan di masa yang akan datang, baik berkaitan dengan kegiatan-kegiatan operasional dalam pengadaan, pengelolaan, penggunaan, pengorganisasian, maupun pengendalian sarana dan prasarana.

Berdasarkan pengertian di atas, pada dasarnya perencanaan merupakan suatu proses kegiatan untuk menggambarkan sebelumnya hal-hal yang akan dikerjakan kemudian dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam hal ini perencanaan yang dimaksud adalah merinci rancangan pembelian, pengadaan, rehabilitasi, distribusi atau pembuatan peralatan dan perlengkapan Baca lebih lanjut

BAB II. PEMBAHASAN

 

2.1 Sejarah perkembangan Pusat Sumber Belajar

Istilah”sumber belajar” merupakan istilah yang relatif baru. Di Amerika Serikat, istilah “learning resources” ini baru mulai diperkenalkan pada tahun 1970 oleh the Commission on Intructional Technology (suatu komisi khusus yang dibentuk oleh pemerintah Presidend Rhicard Nixon dan bertugas mengaji segala ospek yang berkaitan dengan teknologi intruksional). Istilah ini menunjukkan adanya dua macam sumber belajar untuk belajar, yaitu sumber insan dan non-insan, istilah sebelumnya yang dipakai untuk menunjukan ke dua sumber itu adalah “ audiovisual comunication desain”, yang diciptakan oleh komisi istilah dari DAVI (Departement of Audio Visual Intruction dari the Nasional Education Association) pada tahun 1963. Baca lebih lanjut

Definisi evaluasi menurut narasumber.

Evaluasi adalah kegiatan untuk mengetahui hasil belajar siswa selama melakukan kegiatan pembelajaran di sekolah.

Kegitan ini dilakukan dengan cara tes dan non tes

Definisi Tes menurut narasumber

Tes adalah penilaian untuk segi akademik (normative, adaptif, dan produktif ) baik secara tertulis maupun praktek.

Definisi nontes menurut narasumber.

Tes adalah penilaian untuk segi non akademik (kepribadian, kedisiplinan dan karakter) Baca lebih lanjut

MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG-DUKUNGAN TEORI BELAJAR SOSIAL

DIRECT INSTRUCTION-SOCIAL LEARNING THEORY SUPPORT

Sejumlah akar-akar sejarah dan teori bergabung bersama-sama menyediakan dukungan dan rasional untuk model pembelajaran langsung. Beberapa aspek dari model pembelajaran langsung sebenarnya berasal  dari prosedur-prosedur pelatihan yang dikembangkan indutri dan militer. Barak Rosenshine dan Robert Stevens(1986), contohnya, melaporkan bahwa mreka menemukan sebuah buku yang dipublikasikan pada tahun 1945 yang berjudul Bagaimana Menginstruksi Baca lebih lanjut

  1. Tabelkan pembeda evaluasi, asesmen/penilaian, dan penelitian berdasarkan batasan, proses, dan hasilnya.

Evaluasi

Assesmen/penilaian

Penelitian/pengukuran

Batasan

  1. Didahului dengan penilaian.
  2. Merupakan penetapan nilai atau implikasi perilaku.
  3. Didahului dengan penelitian/pengukuran.
  4. Kegiatan menafsirkan dan mendeskripsikan hasil pengukuran.
  5. Awal kegiatan pembelajaran.
  6. Diartikan sebagai kegiatan membandingkan hasil pengamatan dengan kriteria.

Proses

Kegiatan pemilihan, pengumpulan, analisis, dan penyajian informasi yang dapa digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan serta penyusunan program selanjutnya.

Menyediakan informasi tentang individu siswa, kurikulum/program, institusi atau segala yang berkaitan dengan sistem institusi.

Dinyatakan sebagai proses angka terhadap individu atau karakteristiknya menurut aturan tertentu.

Hasil

Evaluasi adalah untuk mengetahui seberapa keberhasilan yang telah dicapai dalam melakukan sesuatu (pembelajaran)

Penilaiana dalah kegiatan yang dilakukan untuk memperoleh dan mengefektifkan informasi tentang hasil dari suatu pencapaian sesuatu.

Penelitian dilakukan untuk mengetahui hasil akhir yang pada nantinya dijadikan suatu acuan.

  1. Baca lebih lanjut

TEORI BELAJAR BEHAVIORISTIK

TEORI BELAJAR BEHAVIORISTIK

A.Pengertian Teori Belajar Behavioristik
Teori Behavioristik merupakan sebuah teori yang dicetuskan oleh Gagne dan Berliner tentang perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman. Kemudian teori ini berkembang menjadi aliran psikologi belajar yang berpengaruh terhadap pengembangan teori pendidikan dan pembelajaran yang dikenal sebagai aliran behavioristik. Aliran ini menekankan pada terbentuknya perilaku yang tampak sebagai hasil belajar.
Teori behavioristik dengan model hubungan stimulus-responnya, mendudukkan orang yang belajar sebagai individu yang pasif. Respon atau perilaku tertentu dengan menggunakan metode pelatihan atau pembiasaan semata. Munculnya perilaku akan semakin kuat bila diberikan penguatan dan akan menghilang bila dikenai hukuman.
Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan perilakunya. Menurut teori ini dalam belajar yang penting adalah input yang berupa stimulus dan output yang berupa respon. Stimulus adalah apa saja yang diberikan guru kepada pebelajar, sedangkan respon berupa reaksi atau tanggapan pebelajar terhadap stimulus yang diberikan oleh guru tersebut. Proses yang terjadi antara stimulus dan respon tidak dapat diamati dan tidak dapat diukur. Yang dapat diamati adalah stimulus dan respon, oleh karena itu apa yang diberikan oleh guru (stimulus) dan apa yang diterima oleh pebelajar (respon) harus dapat diamati dan diukur. Baca lebih lanjut

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP)/
RENCANA PROG RAM KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)

A. Diskripsi Mata Kuliah :
Islam merupakan agama yang kaya dengan pemikiran politik. Penjabaran pemikiran politik Islam terentang mulai masalah etika politik, filsafat politik, agama, hukum, hingga tata negara. Tapi keragaman khazanah pemikiran politik Islam itu bisa dikatakan bermuara pada pemikiran tentang dikotomi hubungan agama dan negara. Tentang hal ini minimal ada dua arus besar pendapat para ahli (ulama, cendekiawan, pemikir) tentang hubungan agama dan negara, sebagian orang menggagas dan menginginkan adanya pemisahan antara agama (Islam) dan politik (negara) sementara sebagian yang lain berpendapat dan menghendaki penyatuan Islam dan politik. Inilah problematika yang nampaknya sulit disatukan dikalangan umat Islam. Berbeda dengan agama Kristen sejak revolusi Prancis agama ini relatif telah selesai membahas hubungan gereja dan negara–bahwa gereja harus terpisah dari negara—Islam masih berkutat pada persoalan yang satu ini, sejak zaman Nabi hingga zaman kini, termasuk kaum Muslimin di Indonesia Baca lebih lanjut