Category: TEKNOLOGI


1. Kabel Kelistrikan HONDA
Merah : (+) aki
Hitam : (+) kunci kontak
Putih : (+) alternator pengisian
(+) lampu dekat
Kuning : (+) arus beban ke saklar lampu
Biru : (+) lampu jauh
Abu-abu : (+) flasher
Biru Laut : (+) sein/reting kanan
Oranye : (+) sein/reting kiri
Coklat : (+) lampu kota
Hitam-Merah : (+) spul CDI
Hitam-Putih : (+) kunci kontsk
Hitam-Kuning: (+) koil
Biru-Kuning : (+) pulser CDI
Hijau-Kuning: (+) lampu rem

2. Kabel Kelistrikan YAMAHA
Hitam : (-) masa, berlaku untuk semua negatif
Hijau : (+) arus beban penerangan
Merah : (+) arus positif dari aki
Kuning : (+) lampu jauh
Coklat : (+) sein/reting kiri
Hijau : (+) arus beban (penerangan, dll)
Putih-Merah : (+) pulser CDI
Hijau-Hitam : (+) rem

3. Kabel Kelistrikan SUZUKI
Hitam-Putih : (-) masa, berlaku untuk semua negatif
Putih-Merah : (+) pengisian dari magnet
Putih-Biru : (+) koil ke CDI
Putih-Hitam : (+) lampu rem
Kuning-Putih: (+) penerangan/lampu
Biru-Kuning : (+) pulser ke CDI
Merah : (+) aki
Oranye : (+) kunci kontak
Abu-abu : (+) lampu belakang
Hijau Muda : (+) Sein/reting kanan
Hitam : (+) sein/reting kiri

4. Kabel Kelistrikan KAWASAKI
Hitam-Kuning: (-) masa, berlaku untuk semua negatif
Putih-Merah : (+) aki
Merah-Hitam : (+) lampu jauh
Merah-Kuning: (+) lampu dekat
Abu-abu : (+) Sein/reting kanan
Hijau : (+) sein/reting kiri
Biru : (+) lampu rem
Merah : (+) lampu belakang
Coklat : (+) klakson

1.Refrigerant berubah dari bentuk gas menjadi cair terjadi pada …..
a. kompresor
b. dryer
c. evaporator
d. kondensor
e. katup ekspansi

2.Pada evaporator terbentuk kristal es, komponen yang rusak adalah ….
a. thermostat
b. kondensor
c. kompresor
d. blower
e. fan

3.Komponen ini berfungsi untuk menampung sementara freon yang mengaalir dan memisahkan kandungan air dalam sistem. Ini dinamakan….
a. kompresor
b. dryer
c. evaporator
d. kondensor
e. katup ekspansi

4.Pemyataan yang tidak tepat tentang fungsi sistem AC (air conditioner) mobil adalah….
a, mengotrol temperatur
b. memurnikan temperatur
c. mengontrol kelembaman
d. mengontrol sirkulasi udara
e. memumikan udara (Purification)

6.Untuk menambah kenyamanan dalam ruang kendaraan dibutuhan sistem pendinginan, agar zat pendingin yang digunakan sebagai media pendinginan dapat bersirkulasi pada rangkaian / sistem AC, maka diperlukan ……….
a.Kondensor.
b.Pipa kapiler.
c.Evaporator.
d.Kompresor.
e.Gelas kaca.

7.Bagian sistem Air Conditioner yang berfungsi untuk menghubung dan memutuskan poros kompresor dengan poros mesin dan harus dapat bekerja berdasarkan temperatur evaporator adalah …………….
a.Kopling Magnet
b.Thermostat
c.Katup Expansi
d.Motor blower evaporator
e.Motor kipas kondensor

8.Komponen yang memiliki fungsi mengalirkan refrigerant pada AC mobil adalah :
a.Evaporator
b.Expansion valve
c.Compressor
d.Sigh glass
e.Condensor

9.Untuk mengetahui besarnya tekanan pada system AC peralatan servis yang digunakan serta pemasangannya adalah …
a.Manifold gauge – condenser
b.Manifold gauge – Compressor
c.Manifold gauge – dryer
d.Manifold gauge – expansi valve
e.Manifold gauge – evaporator

10.Refregerant pada bagian diantara kompresor dan kondensor dalam kondisi mesin hidup AC dihidupkan adalah :
a.High pressure – gas
b.Low pressure – gas
c.High pressure – liquid
d.Low pressure – liquid
e.Low pressure – gas and liquid

11.Pada siklus sistem AC gas refrigrant yang bertekanan tinggi akan berubah menjadi cair pada komponen :
a. Evaporator d. Condensor
b Expansion valve e. Compresor
c. Receifer/dryer

12. Komponen pada system AC yang berfungsi memompakan Refrigrant yang berbentuk gas agar tekanannya meningkat sehingga juga akan mengakibatkan temperaturnya meningkat adalah ….
a. Evaporator
b. Expansion valve
c. Recifer/dryer
d. Compresor
e. Condensor

13. Komponen pada system AC yang berfungsi untuk menampung Refrigerant cair untuk sementara, yang untuk selanjutnya mengalirkan ke Evaporator melalui Expansion Valve, sesuai dengan beban pendinginan yang dibutuhkan adalah ….
a. Evaporator
b. Expansion valve
c. Recifer/dryer
d. Compresor
e. Condensor

14. Komponen pada system AC yang berfungsi untuk mengabutkan Refrigrant kedalam Evaporator, agar Refrigerant cair dapat segera berubah menjadi gas adalah ….
a. Evaporator
b. Expansion valve
c. Recifer/dryer
d. Compresor
e. Condensor

15. Komponen pada system AC yang berfungsi untuk menyerap panas dari udara yang melalui sirip-sirip pendingin, sehingga udara tersebut menjadi dingin adalah ….
a. Evaporator
b. Expansion valve
c. Recifer/dryer
d. Compresor
e. Condensor

16. Untuk menghidari berkurangnya efek pendinginan yang disebabkan pembekuan air yang ada di fin pada Evaporator yang terlalu dingin < 0oC pada system AC maka dipasang peralatan tambahan ….
a. Anti Frosting Devices
b. Elemen pemanas
c. Preasure switch
d. Blower
e. Sirip – sirip

17. Untuk mengontrol tekanan pada sisi tekanan tinggi apabila pada sisi tekanan tinggi terjadi tekanan berlebih atau terlalu rendah, maka secara otomatis akan menyetop switch sehingga magnetic clutch menjadi off pada system AC maka dipasang peralatan tambahan ….
a. Anti Frosting Devices
b. Elemen pemanas
c. Preasure switch
d. Blower
e. Expansion valve

18.Di bawah ini merupakan jenis compressor system AC tipe rotary adalah ….
a. Tipe Crank
b. Tipe Swash Plate
c. Tipe Reciprocating
d. Tipe in line
e. Tipe Through Vane

19. Pada gambar system Air conditioner disamping Refrigerant di saluran 1 dalam kondisi ….
a. gas tidak berubah
b. gas bertekanan tinggi
c. gas bertekanan rendah
d. cair bertekanan tinggi
e. cair bertekanan rendah

20. Komponen pada system AC yang berfungsi menyerap panas pada Refrigerant yang telah dikompresikan oleh kompresor dan mengubah refrigrant yang berbentuk gas menjadi cair (dingin) adalah ….
a. Kompresor d. Kondensor
b. Katup ekspansi e. Manometer.
c. Kopling Magnet

21. Di bawah ini yang termasuk sensor temperatur adalah;….
a. IAT
b. CMP
c. CKP
d. TPS
e. EPS

22. Sensor yang berfungsi membaca putaran pada camshaft adalah….
a. IAT
b. CMP
c. CKP
d. TPS
e. EPS

23. Sensor yang berfungsi membaca getakan pada throttle adalah…
a. IAT
b. CMP
c. CKP
d. TPS
e. EPS

23. Module yang berfungsi mengatur segala kegiatan pada kelistrikan body kendaraan adalah…
a. ECU
b. ECM
c. PCM
d. BCM
e. EPS

24. Module yang berfungsi mengatur segala kegiatan pada engine kendaraan adalah…
a. ECU
b. ECM
c. PCM
d. BCM
e. EPS

25. Sistem yang mengatur kegiatan pengemudian pada kendaraan adalah…
a. ECU
b. ECM
c. PCM
d. BCM
e. EPS

CRANK SHAFT

Crank Shaft (Poros Engkol)

                 Fungsi poros engkol (Crank Shaft) adalah mengubah gerak naik turun atau lurus piston menjadi gerak putar. Poros engkol adalah salah satu komponen penting suatu mesin, selain merubah gerak bolak balik piston menjadi gerak putar, poros engkol juga menerima beban dan tekanan yang sangat tinggi dari hasil pembakaran oleh piston untuk itu poros engkol haruslah terbuat dari bahan yang sangat kuat dan tahan lama. Poros engkol atau crankshaft terbuat dari baja karbon tinggi. Poros engkol terletak diantara blok silinder dan bak oli yang terhubung langsung dengan roda gila dan batang torak. Putaran dari poros engkol diteruskan ke roda gila dan selanjutnya kopling yang akan memegang kendali, apakah putaran akan di sambungkan atau di putuskan ke transmisi. Baca lebih lanjut

BEARING

Bearing adalah alat yang memungkinkan terjadinya pergerakan relative antara dua bagian dari alat atau mesin, biasanya gerakan angular atau linear. Dengan adanya bearing, gesekan antara dua bagian tersebut menjadi sangat minim dibandingkan tanpa bearing. Letak bearing bisaa di mana saja tergantung alat dan mesin yang memanfaatkan bearing tersebut dan jenis bearingnya. Terdapat beberapa jenis bearing yaitu abtara lain:

1. Ball Bearing
Bearing_Bantalan
Ball bearing adalah jenis bearing yang paling umum, digunakan dibanyak aplikasi teknis, dari mesin hingga peralatan rumah tangga. Bearing ini cukup simpel tapi gerak putarnya efektif. Sehingga menjadi bearing yang paling banyak dipakai karena bisa menghandle baik beban putar (radial load) ataupun beban tekan dari samping (thrust load). tetapi, hanya dipakai untuk aplikasi yang bebannya tidak terlalu berat. di ball bearing ini, beban transfer dari bagian luar (outer race) kedalam rangkaian bola-bola dalam, lalu kebagian dalam (inner race). karena bentuk bola adalah bulat, maka kontak antara inner race dan outer race sangat minim sehingga putarannya sangat lembut.

2. Roller Bearing
images (2)
Ilustrasi paling gampang untuk bearing tipe roller ini adalah conveyor belt dimana bearing di beri beban cukup berat. sesuai namanya, roller bearing berupa roller yang berbentuk silinder. jadi kontak antara bagian dalam (inner race) dan bagian luar (outer eace) bukan bertumpu pada satu titik seperti pada ball bearing, tapi segaris (sesuai lebar roller). karena titik tumpunya lebih lebar atau lebih dari satu titik, maka kekuatan tumpuan bebannya juga lebih besar. roller bearing ini juga bervariasi termasuk needle bearing, yakni menggunakan silinder dengan diameter yang sangat kecil, karena itulah, disamakan dengan jarum (needle).

3. Ball Thrust Bearing
images (3)
Bearing jenis ini hanya digunakan untuk aplikasi dengan putaran gerak yang rendah. tidak bisa dipakai untuk radial load. contoh benda yang biasanya menggunakan ball thurst bearing antara lain meja makan model putar.

4. Roller Thrust
images (4)
Sesuai peruntukannya, roller thurst bearing berupa roller bearing yang bisa menahan beban cukup berat, biasa dipakai di gear set seperti transmisi atau gear box, dimana butuh rumah dan rotating shaft. gigi matahari yang dipakai ditransmisi juga butuh bearing ini.

5. Tapered Roller
bearing_202
Bearing jenis ini biasa dipakai di tromol mobil, dimana roller bearingnya punya dua bagian yang saling bersebrangan arah. dengan demikin , dua roller bearing ini bisa menahan beban (trust load) dari dua arah tersebut.

6. Magnetic Bearing
images (5)
Magnetic Bearing adalah bearing paling modern dengan daya kerja atau putaran tinggi. biasanya di pakai di sistem sistem dan perangkat tertentu seperti flywheel. dengan bantuan magnetic bearing ini, maka flywheel bisa terapung di medan magnet. Beberapa tipe flywheel bisa berputar lebih dari 50 ribu rpm. bandingkan dengan roller bearing biasa atau ball bearing yang akan langsung meleleh dalam kecepatan ini. Karna magnetic bearing tidak punya moving part, maka kecepatan putarnya bisa sangat cepat.

Sebuah bearing selain memiliki jenis dan kontruksi berbeda tetapai jugu memiliki hal penting yang wajib diketahui yaitu pembacaan dalam kode sebuah bearing. Kode dalam sebuah bearing sangatlah penting karena digunakan untuk menentukan jenis, bentuk, ukuran dan kerja bearing.
pengkodean sebuah bearing dapat dibedakan menjadi 3 yaitu:

a. Kode Pertama(Jenis Bearing)

Kode bearing (bantalan) = 6203ZZ
kode bearing di atas terdiri dari beberapa komponen yang dapat dibagi-bagi antara lain:
6 = Kode pertama melambangkan Tipe /jenis bearing
2 = Kode kedua melambangkan seri bearing
03 =Kode ketiga dan keempat melambangkan diameter bore (lubang dalam bearing)
zz = Kode yang terakhir melambangkan jenis bahan penutup bearing

bearing-2
images (6)

jadi dalam Kode bearing (bantalan) = 6203ZZ seperti contoh di atas, kode pertama adalah angka 6 yang menyatakan bahwa tipe bearing tersebut adalahSingle-Row Deep Groove Ball Bearing ( bantalan peluru beralur satu larik).
Perlu diingat bahwa kode di atas untuk menyatakan pengkodean bearing dalam satuan metric jika anda mendapatkan kode bearing seperti ini = R8-2RS, maka kode pertama ( R) yang menandakan bahwa bearing tersebut merupakan bearing berkode satuan inchi.

b. Kode Kedua (Seri Bearing)

Kalau kode pertama adalah angka maka bearing tersebut adalah bearing metric seperti contoh di atas (6203ZZ ), maka kode kedua menyatakan seri bearing untuk menyatakan ketahanan dari bearing tersebut. Seri penomoran adalah mulai dari ketahan paling ringan sampai paling berat
• 8 = Extra thin section
• 9 = Very thin section
• 0 = Extra light
• 1 = Extra light thrust
• 2 = Light
• 3 = Medium
• 4 = Heavy
Kalau Kode pertama adalah Huruf, maka bearing tersebut adalah bearing Inchi seperti contoh (R8-2RS ) maka kode kedua ( angka 8 ) menyatakan besar diameter dalam bearing di bagi 1/16 inchi atau = 8/16 Inchi.

c. kode ketiga dan keempat (diameter dalam bore bearing)

Untuk kode 0 sampai dengan 3, maka diameter bore bearing adalah sebagai berikut :
• 00 = diameter dalam 10mm
• 01= diameter dalam 12mm
• 02= diameter dalam 15mm
• 03= diameter dalam 17mm
selain kode nomor 0 sampai 3, misalnya 4, 5 dan seterusnya maka diameter bore bearing dikalikan dengan angka 5 misal 04 maka diameter bore bearing = 20 mm

d. Kode yang terakhir (Jenis bahan penutup bearing)

pengkodean ini menyatakan tipe jenis penutup bearing ataupun bahan bearing. seperti berikut :
1. Z Single shielded ( bearing ditutuipi plat tunggal)
2. ZZ Double shielded ( bearing ditutupi plat ganda )
3. RS Single sealed ( bearing ditutupi seal karet)
4. 2RS Double sealed (bearing ditutupi seal karet ganda )
5. V Single non-contact seal
6. VV Double non-contact seal
7. DDU Double contact seals
8. NR Snap ring and groove
9. M Brass cage

SEPEDA MOTOR

A. Sklus Kerja Sepeda Motor
1. Cara Kerja Mesin Dua Langkah
Pada bagian awal dijelaskan bahwa mesin dua langkah hanya memerlukan satu kali putaran poros engkol untuk menyelesaikan satu siklus di dalam silinder. Usaha (langkah tenaga) dihasilkan pada setiap putaran poros engkol.
Pada mesin dua langkah campuran udara-bahan bakar dikompresi dua kali setiap putaran. Kompresi pertama (kompresi pendahuluan di dalam crankcase). Campuran ditarik kedalam crankcase dan dikompresi, selanjutnya masuk ke dalam ruang pembakaran. Kompresi kedua (kompresi di dalam silinder dan ruang pembakaran). Campuran yang dikompresi sangat mudah dinyalakan dan terbakar sehingga menghasilkan tekanan yang tinggi. Campuran yang
dikompresikan di dalam crankcase mengalir ke dalam silinder melalui lubang transfer mendorong sisa-sisa gas pembakaran keluar dari silinder dan ini disebut sebagai langkah transfer.

Langkah Isap dan Kompresi
Proses diatas piston
Disisi lain lubang pemasukan dan lubang buang tertutup oleh piston, sehingga terjadi proses langkah kompresi disini. Dengan gerakan piston yang terus ke atas mendesak gas baru yang sudah masuk sebelumnya, membuat suhu dan tekanan gas meningkat. Beberapa derajat sebelum piston mencapai TMA busi akan melentikkan bunga api dan mulai membakar campuran gas tadi (langkah ini disebut langkah compresi.

Langkah Usaha dan Buang
Proses diatas pistonKetika piston mencapai TMA campuran gas segar yang dikompresikan dinyalakan oleh busi. Gas yang terbakar mengakibatkan ledakan yang menghasilkan tenaga
sehingga mendorong piston memutar poros engkol melalui connecting rod sewaktu piston bergerak kebawah menuju TMB (langkah usaha). Beberapa derajat setelah piston bergerak ke TMB lubang buang terbuka oleh kepala piston, gas-gas bekas keluar melalui saluran buang (langkah buang).

Proses dibawah Piston
Beberapa derajat selanjutnya setelah saluran buang dibuka, maka saluran bilas (saluran transfer) mulai terbuka oleh tepi piston. Ketika piston membuka lubang transfer segera langkah pembuangan telah dimulai. Gas baru yang berada di bawah piston terdesak, campuran yang dikompresikan tersebut mengalir melalui saluran bilas menuju puncak ruang bakar sambil membantu mendorong gas bekas keluar (proses ini disebut pembilasan)

Gerak keatas dan kebawah dari piston akan membuka dan menutup lubang pemasukan, pembuangan dan lubang transfer yang berada pada silinder, peristiwa ini diselesaikan diruang pembakaran (diatas piston) dan didalam crankcase (dibawah piston). Terbuka dan tertutupnya lubang tersebut ditentukan oleh posisi dan ukuran lubang itu. Peristiwa terbuka dan tertutupnya lubang-lubang itu diistilahkan dengan port timing”.

2. Cara Kerja Mesin Empat Langkah
Sebagaimana telah dikemukakan pada pendahuluan, mesin empat langkah memerlukan 2 putaran poros engkol (4 gerakan piston) untuk menyelesaikan 1 siklus di dalam silinder.
Ciri-ciri umum sepeda motor mesin empat langkah:
• Gas buang tidak berwarna (kecuali ada kerusakan)
• Bahan bakar lebih irit
• Menggunakan satu minyak pelumas untuk melumasi ruang engkol, piston, dinding silinder dan transmisi
Langkah Hisap
• Katup masuk terbuka, katup buang tertutup
• Piston bergerak dari TMA ke TMB

Sewaktu piston bergerak kebawah tekanandiruang pembakaran menjadi hampa (vakum). Perbedaan tekanan udara luar yang tinggi dengan tekanan hampa, mengakibatkan udara
akan mengalir dan bercampur dengan gas.Selanjutnya gas tersebut melalui klep pemasukan
yang terbuka mengalir masuk dalam ruang cylinder.
Langkah Kompresi
• Katup masuk dan katup buang tertutup
• Piston bergerak dari TMB ke TM

Setelah melakukan pengisian, piston yang sudah mencapai TMB kembali lagi bergerak menuju TMA, ini memperkecil ruangan diatas piston, sehingga campuran udara-bahan bakar menjadi padat, tekanan dan suhunya naik. Tekanannya naik kira-kira tiga kali lipat. Beberapa derajat sebelum piston mencapai TMA terjadi letikan bunga api listrik dari busi yang membakar campuran udara-bahan bakar. Sewaktu piston bergerak keatas, klep pemasukan
tertutup dan pada waktu yang sama klep buang juga tertutup. Campuran diruang pembakaran
dicompressi sampai TMA, sehingga dengan demikian mudah dinyalakan dan cepat terbakar.
Langkah Expansi
• Katup masuk dan katup buang masih tertutup
• Piston bergerak dari TMA ke TMB

Campuran terbakar sangat cepat, proses pembakaran menyebabkan campuran gas akan
mengembang dan memuai, dan energi panasyang dihasilkan oleh pembakaran dalam ruang
bakar menimbulkan tekanan ke segala arah dan tekanan pembakaran mendorong piston kebawah(TMB), selanjutnya memutar poros engkol melalui connecting rod
Langkah Buang
• Katup masuk tertutup
• Kaktup buang terbuka
• Piston bergerak dari TMB ke TMA

Sebelum piston bergerak kebawah ke TMB, klep pengeluaran terbuka dan gas sisa pembakaran mengalir keluar. Sewaktu piston mulai naik dari TMB, piston mendorong gas sisa pembakaran yang masih tertinggal keluar melalui katup buang dan saluran buang ke atmosfir. Setelah piston mulai turun dari TMA klep pengeluaran tertutup dan campuran mulai
mengalir kedalam cylinder.
Saat membuka dan menutup klep pemasukan dan pengeluaran yang berhubungan dengan posisi piston disebut ”valve timing”

B. Bagian- Bagian Terpenting Sepeda Motor
Sepeda motor terdiri dari beberapa komponen dasar. Bagaikan kita manusia, kita terdiri atas beberapa bagian, antara lain bagian rangka, pencernaan, pengatur siskulasi darah, panca indera dan lain sebagainya. Maka sepeda motorpun juga seperti itu, ada bagian-bagian yang membangunnya sehingga ia menjadi sebuah sepeda motor. Secara kelompok besar maka komponen dasar sepeda motor terbagi atas:
1. Sistem mesin
2. Sistem kelistrikan
3. Rangka/chassis

Masing-masing komponen dasar tersebut terbagi lagi menjadi beberapa bagian pengelompokkan kearah penggunaan, perawatan dan pemeliharaan yang lebih khusus yaitu:
Sistem Mesin
Terdiri atas :
a. Sistem tenaga mesin
Sebagai sumber tenaga penggerak untuk berkendaraan, terdiri dari bagian:
– Mesin/engine
– Sistem bahan bakar
– Sistem pelumasan
– Sistem pembuangan
– Sistem pendinginan

b. sistem transmisi penggerak
merupakan rangkaian transmisi dan tenaga mesin ke roda belakang, berupa:
– Mekanisme kopling
– Mekanisme gear
– Transmisi
– Mekanisme starter

c. Sistem Kelistrikan
Mekanisme kelistrikan dipakai untuk menghasilkan daya pembakaran untuk proses kerja mesin dan sinyal untuk menunjang keamanan berkendaraan. Jadi semua komponen yang berhubungan langsung dengan energi listrik dikelompokkan menjadi bagian kelistrikan.
Bagian kelistrikan terbagi menjadi:
– Kelompok pengapian
– Kelompok pengisian
– Kelompok beban

d. Rangka/Chassis
Terdiri dari beberapa komponen untuk menunjang agar sepeda motor dapat berjalan dan berbelok. Komponennya adalah:
– Rangka
– Kelompok kemudi
– Kelompok suspensi
– Kelompok roda
– Kelompok rem
– Tangki bahan bakar
– Tempat duduk
– Fender

C. KOMPONEN UTAMA PADA MESIN SEPEDA MOTOR
Komponen utama pada mesin sepeda motor yaitu:
1. Kepala silinder (cylinder head)
2. Blok silinder mesin (cylinder block)
3. Bak engkol mesin (crankcase)
Jadi, tiga bagian utama tersebut merupakan tulang punggung bagi kendaraan bermotor roda dua.
Pada tahap pertama mempelajari mesin secara teori maupun praktek, terlebih dahulu diperlukan pengetahuan tentang nama-nama, lokasi dan fungsi dari komponen-komponennya.
1. Kepala Silinder (Cylinder Head)
Kepala silinder bertumpu pada bagian atas blok silinder. Titik tumpunya disekat dengan gasket (paking) untuk menjaga agar tidak terjadi kebocoran kompresi, disamping itu agar permukaan metal kepala silinder dan permukaan bagian atas blok silinder tidak rusak. Kepala
silinder biasanya dibuat dari bahan Aluminium campuran, supaya tahan karat juga tahan pada suhu tinggi serta ringan. Biasanya bagian luar kontruksi kepala silinder bersirip, ini untuk membantu melepaskan panas pada mesin berpendingin udara.

2. Blok Silinder Mesin
Silinder liner dan blok silinder merupakan dua bagian yang melekat satu sama lain. Daya sebuah motor biasanya dinyatakan oleh besarnya isi silinder suatu motor. Silinder liner terpasang erat pada blok, dan bahannya tidak sama. Silinder liner dibuat dari bahan yang tahan terhadap gesekan dan panas, sedangkan blok dibuat dari besi tuang yang tahan panas. Pada mulanya, ada yang merancang menjadi satu, sekarang sudah jarang ada. Sekarang dibuat terpisah berarti silinder liner dapat diganti bila keausannya sudah berlebihan. Bahannya dibuat dari besi tuang kelabu. Untuk motor-motor yang ringan seperti pada sepeda
motor bahan ini dicampur dengan alumunium. Bahan blok dipilih agar memenuhi syarat-syarat pemakaian yaitu: Tahan terhadap suhu yang tinggi, dapat menghantarkan panas dengan baik, dan tahan terhadap gesekan.

3. Piston
Piston mempunyai bentuk seperti silinder. Bekerja dan bergerak secara translasi (gerak bolak-balik) di dalam silinder. Piston merupakan sumbu geser yang terpasang presisi di dalam sebuah silinder. Dengan tujuan, baik untuk mengubah volume dari tabung, menekan fluida dalam silinder, membuka-tutup jalur aliran atau pun kombinasi semua itu. Piston terdorong sebagai akibat dari ekspansi tekanan sebagai hasil pembakaran. Piston selalu menerima temperatur dan tekanan yang tinggi, bergerak dengan kecepatan tinggi dan terus menerus. Gerakan langkah piston bisa 2400 kali atau lebih setiap menit. Jadi setiap detik piston bergerak 40 kali atau lebih di dalam silindernya. Temperatur yang diterima oleh piston berbeda-beda dan pengaruh panas juga berbeda dari permukaan ke permukaan lainnya. Sesungguhnya yang terjadi adalah pemuaian udara panas sehingga tekanan tersebut mengandung tenaga yang sangat besar. Piston bergerak dari TMA ke TMB sebagai gerak lurus. Selanjutnya, piston kembali ke TMA membuang gas bekas. Gerakan turun naik piston ini berlangsung sangat cepat melayani proses motor yang terdiri dari langkah pengisian, kompresi, usaha dan pembuangan gas bekas.

4. Bak engkol mesin (crankcase)
Crankcase (bak engkol) biasanya terbuat dari aluminium die casting dengan sedikit campuran logam.Bak engkol fungsinya sebagai rumah dari komponen yang ada di
bagian dalamnya, yaitu komponen:
– Generator atau alternator untuk pembangkit daya tenaga listriknya sepeda motor
– Pompa oli
– Kopling
– Poros engkol dan bantalan peluru
– Gigi persneling atau gigi transmisi
– Sebagai penampung oli pelumas

D. Kelistrikan Pada Sepeda Motor
Setiap sepeda motor dilengkapi dengan beberapa rangkaian sistem kelistrikan. Umumnya sebagai sumber listrik utama sering digunakan baterai, namun ada juga yang menggunakan flywheel magnet (alternator) yang menghasilkan pembangkit listrik arus bolak-balik atau AC (alternating current). Bagian-bagian yang termasuk sistem kelistrikan pada sepeda motor antara lain; sistem starter, sistem pengapian (ignition system), sistem pengisian (charging system), dan sistem penerangan (lighting system) seperti lampu kepala/depan (headlight), lampu belakang(tail light), lampu rem (brake light), lampu sein/tanda belok (turn signal lights), klakson (horn) dan lampu-lampu instrumen/indikator.
Pada satu rangkaian kelistrikan yang terdapat pada sepeda motor biasanya digabungkan lebih dari satu tahanan listrik atau beban. Beberapa tahanan listrik mungkin dirangkaikan di dalam satu rangkaian/sirkuit dengan salah satu diantar tiga metode penyambungan berikut ini:
• Rangkaian Seri
• Rangkaian Paralel
• Rangkaian Kombinasi (Seri – Paralel)

1. Sistem Starter
Sistem starter listrik saat ini dapat ditemukan hampir disemua jenis sepeda motor. Sistem starter pada sepeda motor berfungsi sebagai pengganti kick starter, agar pengendara tidak perlu lagi mengengkol kakinya untuk menghidupkan mesin. Namun demikian, pada umumnya sepeda motor dilengkapi juga dengan kick starter. Penggunaan kick starter biasanya dilakukan jika kondisi sistem starter listrik sedang mengalami kerusakan atau masalah. Sebagai contoh jika kondisi baterai lemah atau terdapat kerusakan pada motor starter sehingga sistem starter listrik tidak dapat digunakan untuk menghidupkan mesin, maka pengendara bisa langsung memanfaatkan kick starter.

2. SISTEM PENGISIAN (CHARGING SYSTEM)
Sistem kelistrikan sepeda motor seperti; sistem starter, sistem pengapian, sistem penerangan dan peralatan instrumen kelistrikan lainnya membutuhkan sumber listrik supaya sistem-sistem tersebut bisa berfungsi. Energi listrik yang dapat disuplai oleh baterai sebagai sumber
listrik (bagi sepeda motor yang dilengkapi baterai) jumlahnya terbatas. Sumber listrik dalam baterai tersebut akan habis jika terus menerus dipakai untuk menjalankan (mensuplai) sistem kelistrikan pada sepeda tersebut. Untuk mengatasi hal-hal tadi, maka pada sepeda motor
dilengkapi dengan sistem pengisian (charging system).
Secara umum sistem pengisian berfungsi untuk menghasilkan energi listrik supaya bisa mengisi kembali dan mempertahankan kondisi energi listrik pada baterai tetap stabil. Disamping itu, sistem pengisian juga berfungsi untuk menyuplai energi listrik secara langsung ke sistem-sistem kelistrikan, khususnya bagi sepeda motor yang menggunakan
flywheel magneto (tidak dilengkapi dengan baterai). Bagi sebagian sepeda motor yang dilengkapi baterai juga masih ada sistem-sistem (seperti sistem lampu-lampu) yang langsung disuplai dari sistem pengisian tanpa lewat baterai terlebih dahulu.
Komponen utama sistem pengisian adalah generator atau alternator, rectifier (dioda), dan voltage regulator. Generator atau alternator berfungsi untuk menghasilkan energi listrik, rectifer untuk menyearahkan arus bolak-balik (AC) yang dihasilkan alternator menjadi arus searah (DC), dan voltage regulator berfungsi untuk mengatur tegangan yang disuplai ke lampu dan mengontrol arus pengisian ke baterai sesuai dengan kondisi baterai.

3. SISTEM PENGAPIAN (IGNITION SYSTEM)
Sistem pengapian pada motor bensin berfungsi mengatur proses pembakaran campuran bensin dan udara di dalam silinder sesuai waktu yang sudah ditentukan yaitu pada akhir langkah kompresi. Permulaan pembakaran diperlukan karena, pada motor bensin pembakaran tidak bisa terjadi dengan sendirinya. Pembakaran campuran bensin-udara yang dikompresikan terjadi di dalam silinder setelah busi memercikkan bunga api, sehingga diperoleh tenaga akibat pemuaian gas (eksplosif) hasil pembakaran, mendorong piston ke TMB menjadi langkah usaha. Agar busi dapat memercikkan bunga api, maka diperlukan suatu sistem yang bekerja secara akurat. Sistem pengapian terdiri dari berbagai komponen, yang bekerja bersama-sama dalam waktu yang sangat cepat dan singkat.
Ketiga kondisi di bawah ini adalah merupakan syarat penting yang harus dimiliki oleh motor bensin, agar mesin dapat bekerja dengan efisien yaitu:
1. Tekanan kompresi yang tinggi.
2. Saat pengapian yang tepat dan percikan bunga api yang kuat.
3. Perbandingan campuran bensin dan udara yang tepat.

a. Pengapian Langsung
Bentuk yang paling sederhana sumber tegangan pengapian adalah dengan menyediakan source coil (koil sumber pengapian) yang tergabung langsung dengan generator utama (alternator atau flywheel magneto). Keuntungannya adalah sumber tegangan tidak dipengaruhi oleh beban sistem kelistrikan mesin. Sedangkan kekurangannya adalah pada kecepatan mesin rendah, seperti pada saat menghidupkan (starting) mesin, tegangan yang keluar dari koil sumber berkemungkinan tidak cukup untuk menghasilkan percikan yang kuat.

b. Pengapian Baterai
Selain dari sumber tegangan langsung di atas terdapat juga sumber tegangan alternatif dari sistem kelistrikan utama. Sistem ini biasanya terdapat pada mesin yang mempunyai sistem kelistrikan di mana baterai sebagai sumber tegangan sehingga mesin tidak dapat dihidupkan tanpa baterai. Hampir semua baterai menyediakan arus listrik tegangan rendah (12 V) untuk sistem pengapian.
Dengan sumber tegangan baterai akan terhindar kemungkinan terjadi masalah dalam menghidupkan awal mesin, selama baterai, rangkaian dan komponen sistem pengapian lainnya dalam kondisi baik.
Arus listrik DC (Direct Current) dihasilkan dari baterai (Accumulator). Baterai tidak dapat menciptakan arus listrik, tetapi dapat menyimpan arus listrik melalui proses kimia. Pada umumnya baterai yang digunakan pada sepeda motor ada dua jenis sesuai dengan kapasitasnya yaitu baterai 6 volt dan baterai 12 volt.

Komponen- Komponen Sistem Pengapian DC
1. Baterai
Pada sistem pengapian tidak langsung, baterai merupakan salah satu komponen terpenting dalam sistem pengapian karena tegangan pengapian secara penuh disuply oleh baterai. Apabila tegangan pada baterai menurun secara langsung akan merubah besar kecil arus pada siklus pengapian. Sedangakan utuk sistem pengapian langsung, sebuah baterai hanya merupakan komponen tambahan demi menunjang kerja sistem pengapian.

2. Busi(SparkPlug)\
Tegangan tinggi yang dihasilkan oleh kumparan sekunder koil pengapian, setelah melalui rangkaian tegangan tinggi akan dikeluarkan diantara elektroda tengah (elektroda positif) dan elektroda sisi (elektroda negatif) busi berupa percikan bunga api. Tujuan adanya busi dalam hal ini adalah untuk mengalirkan pulsa atau arus tegangan tinggi dari tutup (terminal) busi ke bagian elektroda tengah ke elektroda sisi melewati celah udara dan kemudian berakhir ke masa (ground). Busi merupakan bagian (komponen) sistem pengapian yang bisa habis, dirancang untuk melakukan tugas dalam waktu tertentu dan harus diganti dengan yang baru jika busi sudah aus atau terkikis.

3. Ignition Coil
Untuk menghasilkan percikan, listrik harus melompat melewati celah udara yang terdapat di antara dua elektroda pada busi. Karena udara merupakan isolator (penghantar listrik yang jelek), tegangan yang sangat tinggi dibutuhkan untuk mengatasi tahanan dari celah udara tersebut, juga untuk mengatasi sistem itu sendiri dan seluruh komponen sistem pengapian lainnya. Koil pengapian mengubah sumber tegangan rendah dari baterai atau koil sumber (12 V) menjadi sumber tegangan tinggi (10 KV atau lebih) yang diperlukan untuk menghasilkan loncatan bunga api yang kuat pada celah busi dalam sistem pengapian. Pada koil pengapian, kumparan primer dan sekunder digulung pada inti besi. Kumparan-kumparan ini akan menaikkan tegangan yang diterima dari baterai menjadi tegangan yang sangat tinggi melalui induksi elektromagnetik. Inti besi (core) dikelilingi kumparan yang terbuat dari baja silicon tipis. Terdapat dua kumparan yaitu sekunder dan primer di mana lilitan primer digulung oleh lilitan sekunder.

4.Pengatur Signal Pengapian
Pengatur Signal Pengapian merupakan sebuah alt yang berfungsi untuk menentukan waktu terjadinya pengapian atau waktu bekerjanya sistem pengapian yang akan membantu proses pembakaran didalam silinder. Pengatur sisgnal pengapian ini terbagi 2 jenis yaitu:
1. Jenis Konvensional (Platina) yang akan bekerja dengan melihat putaran mesin dan gerakan buka Platina (mekanik)
2. Jenis Elektrik (CDI) yang bekerja dengan menangkap signal dari alternator kemudian dirubah menjadi arus pengapian sesuai kebutuhan dengan jangka waktu tertentu.

Dasar Motor Bakar

1. Motor Penggerak Mula

A. Motor Penggerak Mula merupaka Perubahan tenaga Primer yang tidak dapat diwujudkan dalam bentuk aslinya (campuran) tetapi keadaan tenaga mekanis (output gerakan)

contoh motot Penggerak Mula dan Jenis tenaga Primer

Turbin ———————- Aliran Air

Mesin Uap—————- Aliran uap akibat pembakaran

Motor Bakar————– Campuran Kimia Bahan Bakar

Baca lebih lanjut

DAYA MOTOR

Menghitung Daya Motor

Daya motor merupakan salah satu parameter dalam menentukan performa motor. Pengertian dari daya itu adalah besarnya kerja motor selama kurun waktu tertentu (Arends&Berenschot 1980: 20) Sebagai satuan daya dipilih watt.

Untuk menghitung besarnya daya motor 4 langkah digunakan rumus :

Nm/s Watt

Dimana :

P = Daya (Watt)

n = Putaran mesin (rpm)

T = Torsi mesin (Nm)

Dari rumus di atas daya motor dapat diketahui besarnya setelah diketahui berapa besar torsi (T) dan putaran mesin (n) yang dihasilkan motor itu. Dalam penelitian ini untuk mengukur daya motor digunakan alat Hydraulic Engine Test Bed. Prinsip kerja alat uji daya Hydraulic Baca lebih lanjut

KOPLING

  1.    Komponen-komponen penting Kopling dengan Pegas Diafragma

       Nama Komponen :

  1. Release Fork (Tuas Pembebas)
  2. Fly Wheel (Roda gaya)
  3. Release Bearing (Bantalan tekan)
  4. Clutch Shaft (Poros kopling)
  5. Crank Shaft (Poros engkol)
  6. Pilot Bearing (Bantalan pilot)
  7. Clutch Plate (Plat kopling)
  8. Diaphragm Spring (Pegas diafragma)
  9. Pressure Plate (Plat penekan)
  10. Pressure Unit (Unit penekan) Baca lebih lanjut

PISTON DAN RING

 

  1. A.    PISTON

Piston berbentuk seperti silinder. Piston bekerja dan bergerak secara translasi (gerak bolak-balik) di dalam silinder, yang biasa disebut gerak dari TMA ke TMB atau sebaliknya. Piston selalu menerima temperatur dan tekanan yang tinggi, bergerak dengan kecepatan tinggi dan terus menerus. Dalam silinder piston melakukan empat macam pekerjaan, yaitu hisap, kompresi, expansi, dan buang. Baca lebih lanjut

A.  SISTEM PENGISIAN

Baetrai pada mobil berfungsi untuk memberikan tenaga listrik dalam jumlah yang cukup pada bagian-bagian kelistrikan mobil seperti starter, lampu-lampu besar dan wiper. Akan tetapi  kapasitas baterai terbatas dan tidak mapu memberikan semua tenaga yang diperlukan mobil. oleh karena itu, baterai harus selau terisi secara penuh agar mampu memberikan tenaga listrik yang diperlukan pada saat diperlukan oleh bagian-bagian kelistrikan. untuk memproduksi tenaga listrik dan mempertahankan baterai tetap terisi. Sistem pengisian memproduksi tenaga listrik untuk mengisi batrai serta untuk memberikan arus yang dibutuhkan oleh bagian-bagian kelistrikan yang cukup selama mesin bekerja. Pada sistem pengisian ini komponen yang terpenting adalah generator yang prinsip dasarnya bekerja karena adanya gerakan yang memotong garis gaya magnet sehingga dapat menimbulkan/ mengahasilkan energi listrik. Generator ini sering juga disebut sebagai Alternator.

Kebanyakan mobil dilengakpi dengan alternator arus olak-balik karena lebih baik daripada dinamo/ generatir arus searah dalam hal kemampuan membangkitkan tenaga listrik dan ketahanannya. Karena mobil membutuhkan arus searah, maka arus bolak-balik yang diproduksi oleh alternator diserarahkan sebelum keluar menuju sistem kelistrikan mobil. Baca lebih lanjut